![]() |
| Pengarang : Ryanti Tatshyuma |
Hari-hariku penuh
dengan canda saat bersama temen-temanku kerja,sampai saat sore itu kakakku
bilang ke aku..” ryanti ada yang minta nomermu boleh ngga..?” ..”siapa kak..?”
jawabku penasaran..”wahyu..kakaknya vian...?” sambungnya..”iya kasihkan...”
jawabku dengan nada sedang.keesokan harinya wahyu sms dan manjadi akrab
denganku.setelah seminggu aku dan wahyu saling kenal akhirnya wahyu memberanikan
diri mengajakku jalan.
“dek..besok jalan pagi yuk..?’ ajak wahyu..”kemana kak..?..jawabku..
“deket-deket sini aja..bisa kan..?”,..o iya bisa kak” sambungku..
Keesokan harinya
akupun jalan pagi sama wahyu, entah kenapa 1 jam berjalan terasa cepet, hingga
sesampainya didepan rumahku wahyu berpamitan..”dek aku pulang..besok jalan lagi
ya..?” ajaknya dengan tersenyum manis..”iya kak..?” dengan senangnya aku
mengiyakan ajakan wahyu. Ditempat kerja nampak jam dinding dan entah kenapa aku
tak sabar ingin cepat pulang dan pasti akan melihat wahyu didepan rumahnya.jam
5 pagi wahyu sudah didepan rumahku dan akupun telah menunggunya.dan tak lama
kita berjalan wahyu memegang tanganku dan bermaksud menggandeng tapi aku
menjauh dan wahyu pun ngajak berhenti di bawah lampu perempatan yang berada tak
jauh dari rumahnya,,
“kenapa dek..aku boleh tanya..” kata wahyu..”apa kak..?” jawabku sambil
mengalihkan pandanganku dari wahyu yang berada didepanku..”aku sayang sama
kamu,aku suka sama kamu semenjak aku lihat kamu,kamu mau jadi pacarku dek..?”
sambungnya dengan memegang kedua tanganku dan dengan dia berlutut
didepanku..”loh kakak berdiri jangan gitu,ga enak dilihat banyak
orang..?”..”aku ga mau berdiri sebelum kamu jawab..?” sambungnya..dan tanpa
pikir panjang akupun menerima wahyu jadi pacarku karna dia mampu memberikan
kenyamanan saat aku bersamanya.
#####
Hari-hariku semakin
ceria dengan wahyu bersamaku, hingga waktu berjalan 6 bulan aku pacaran dengan
wahyu, kamipun sudah mengenal keluarga masing-masing, tapi saat aku cerita ke
orang tuaku ternyata jawaban itu yang ngga aku inginkan.
“ibu setuju kan kalo aku sama wahyu..?” tanyaku agak deg-deg an,,”ibu ngga
pernah nglarang kamu deket sama siapapun,tapi kali ini ibu mohon jangan wahyu,kamu
sama dia ngga boleh karna kamu masih
saudara sama wahyu..?” jawab ibuku yang sedari tadi tak melihat aku..”tapikan
masih ada cara yang bisa dilakukan biar aku bisa sama wahyu bu..?”..sambungku
dengan penuh harap..”ngga bisa ryanti..kamu cukup berteman saja dengan
wahyu,ayahmu juga ngga merestui,kamu bilang bai-baik sama wahyu supaya dia mengerti..?”
ibuku menjawab lalu meninggalkan aku.
Tak menunggu waktu
lama air mataku menetes karna keputusan ibuku, keesokan harinya aku berusaha
cerita ke wahyu keputusan ibuku.
“yank..mungkin kita ngga bisa bersatu.orang tuaku ngga merestui hubungan
kita..?” kataku yang tak berani menatap mata wahyu..
“sebenarnya orang tuaku juga ngga setuju, tapi aku ngga bisa jauh dari
kamu, aku ngga mau pisah sama kamu yank, mungkin masih ada jalan untuk kita
bisa bersama..?” jawabnya dengan meyakinkan cintaku.
“tapi yank...” jawabku..”aku ngga peduli dengan apapun yang terjadi yang
aku tau aku bisa bersama kamu,,” terusnya.
Menjalani hari dengan
wahyu tanpa restu dari orang tua masing-masing sangat menyiksa,tapi aku dan
wahyu saling menguatkan satu sama lain dan percaya kta pasti akan bersatu
setelah melewati semua rintangan ini, setelah aku pergi ke malang karna sudah
waktunya masuk kuliah,dengan setianya wahyu dan aku saling menjaga cinta
masing-masing,1 tahun berjalan semakin indah dan semakin kuat cinta kita berdua
meski sampai saat itu berjalan tnpa restu.hanya keyakinan yang membuat kita
tetep bersama.dengan cincin dijari manisku
yang diberikan wahyu seakan aku tetap terjaga walaupun jauh darinya.
######
Selang beberapa bulan
aku dikagetkan dengan kata-kata ibunya wahyu yang kubaca lewat sms..
“ryanti..kamu masih pacaran kah sama
wahyu..?” sms pertama yang kubaca
‘kenapa bu..ada apa.?” Balasku
“ sebenarnya kamu sama wahyu masih saudara jauh,kalian ngga boleh
meneruskan ke jenjang yang lebih serius..?” balas ibunya wahyu
“ iya aku tau bu..apa wahyu sudah tau mengenai hal ini..?” tanyaku kembali
“ sudah..tapi ini mau dibilangi lagi sama ayahnya,,bu harap ini ngga buat
kamu sakit hati,ini juga demi kebaikan keluarga kita..” sambungnya
“ aku ikut keputusannya wahyu aja gimana bu..kalo memang ini yang terbaik
buat kita..”
“iya nak..tapi kam juga jangan menjauh dari wahyu,,dia menjadi lebih baik
semenjak deket sama kamu,,dia nurut sama ibu dan tidak membantah lagi,,”
“ trus aku harus gimana bu,,bingung lah kalo gini keadaannya,,nunggu
keputusan wahyu aja,,”
Setelah 1,5 tahun aku
menjalani hubungan dengan wahyu,tiba saatnya wahyu akan pergi jauh untuk
kerja,dia pergi bersama kakak keponakanku ke Riau, dan saat itu keadaan Riau
sangat buruk dengan adanya kabut asap yang sangat tebal.teringat semua janji
wahyu untyuk tetap menjaga cintanya untukku membuatku semakin percaya akan
cinta ini.seminggu setelah wahyu pergi aku merasa sepi,seperti menghadapi
kenyataan ini sendirian.hanya dengan kakaknya wahyu yang akrab dipanggil mbak
deniklah aku ceritakan semuanya, awalnya kak denik setuju dengan hubungan
kami,akupun sedikit lega.
“ semalem wahyu telfon aku dek,,dia juga cerita semuanya tentang hubungan
kamu,trus kamu maunya gimana sekarang,,?” tanya kak denik kepadaku
“ aku bingung kak harus gimana,,?” jawabku dengan singkat
“ gini aja dek kalo memang kamu sama wahyu bener-bener saling
menyayangi,,kakak bersedia menikahkan kamu sekarang,,nanti urusan orang tuaku dan
orang tuamu biar kakak yang atur,,?” tuturnya dengan lembut
“ tapi kak aku kan masih kuliah,,” jawabku kaget mendengar keputusan kak
denik
“ nggapapa dek walaupun sudah nikah lanjutin kuliah,,nanti malam minggu
kakak ke rumah kamu sama wahyu,,dan sekarang wahyu lagi perjalanan
pulang,,mngkin besok sampe disini,,” sambungnya
“ kalo wahyu siap aku juga siap kak,,biar nanti aku sama wahyu yang nangung
semua beban ini,,aku bingung ngomong ke orang tuaku..”
“ nanti aja biar kakak yang ngomong sama orang tuamu..yang penting kamu
jaga kesehatan,,jangan sampe sakit karna masalah ini,,kalo wahyu sudah sampe
rumah kita jalan-jalan buat refresing sejenak..” jawab kak denik
“ iya kak..” jawabku
Setelah wahyu sampe
rumahnya kak denik akupun dijemput dan diajak nginep di rumahnya kak denik,aku
melihat wahyu seakan tak ingin mata ini berkedip karna terasa sangat lama
sekali aku ngga bertemu dengannya,dengan hangat aku dipelukan wahyu dan entah
kenapa air mataku menetes teringat keadaan yang harus ku jalani.
‘ kamu kenapa nangis yank,,?” tanya wahyu sambil mengusap air mataku
“ nggapapa yank,,aku Cuma kangen sama kamu,,” jawabku berbohong
“ apapun yang terjadi aku ngga akan ninggalin kamu yank,,aku cowok,aku bisa
hidup sendiri,aku bisa nafkahi kamu,tapi jika nafkah yang aku berikan ke kamu
sedikit kamu jangan marah ya,entah gimana caraku cari uang,aku pasti berusaha
bahagiain kamu,,” sambungnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Mungkin kita seperti
pengantin baru yang tinggal serumah,tapi bedanya aku tidur dikamar dan wahyu di
sofa ruang tamu.ku rapikan ranjangku aku
keluar kamar dan melihat wahyu tidur,kupandangi dia seakan aku ngga mau jauh
lagi darinya,kemudian aku membuatkan kopi untuknya yang seperti biasa dilakukan
seorang istri kepada suaminya,tapi tiba-tiba dipeluknya aku dari belakang.
‘ kamu sudah bangun yank..?” sapa wahyu sambil menata rambutku
‘ iya,,ini aku buatin kopi,,?” jawabku sambil menaruh kopi diatas meja
“semoga ini menjadi awal yang baik buat kita yank,,?” tuturnya dengan
meminum kopi buatanku
#######
Dua hari aku tinggal
di rumah kak denik banyak keputusan yang membuat aku dan wahyu putus asa dan
bener-bener merasakan sakit yang luar biasa,ternyata kak denik tidak merestui
hubungan kita karna dia mengetahui kalo kita masih saudara,dan hal yang paling
buatku sakit hati ibunya wahyu secara langsung bilang ke aku kalo aku dan wahyu
memang bener-bener tidak boleh berasama,disaat itu juga aku menangis dan
mengeluarkan semua sakit yang aku pendam,yang buatku sedih kali pertamanya aku
melihat wahyu sangat terpukul dan menangis saat membelaku didepan ibunya.
“ ryanti,,kamu kan sudah ibu kasih tau kalo kalian itu ngga boleh
bersatu,,kalian masih saudara,,” kata ibu wahyu sambil memegang tanganku,dan
akupun tak berani menatap matanya,hanya terdiam yang bisa kulakukan
“bu,,aku sayang sama ryanti,,aku yang ngajak dia nikah,ibu jangan salahkan
ryanti,aku yang salah,tapi apa salah aku menyayangi ryanti,aku bisa
menjaganya,aku akan ngomong ke orang tua ryanti,,?” sambung wahyu dengan
meneteskan air matanya yang sedari tadi sudah tak dapat terbendung
“kamu jangan nekat wahyu,bahaya nak..kamu harus nurut sama ibu,,ibu yang
melahirkanmu,,ibu ini surgamu,,tanpa ibu kamu ngga akan ada didunia ini..?”
tagas ibu wahyu
“trimakasih bu karna sudah melahirkan aku ke dunia,tapi ini masa
depanku,aku yang bisa menentukan semua,ini pilihanku bu,,?” jawab wahyu dengan
memeluk kaki ibunya..
“restui aku bu,,aku janji ngga akan terjadi apa-apa,,aku mohon restui
kami,,” dengan isakan tangis wahyu memohon kepada ibunya,dan akupun hanya
terdiam melihat kenyataan pahit ini,,dan aku jadi mengerti apa yang harus
kulakukan,,ya....menjauh dari wahyu,,tapi sanggupkah aku jauh dari wahyu,hatiku
telah lama bersama wahyu,yang bisa kulakukan hanyalah berdoa.setelah mereka
semua pergi tinggalah aku dan wahyu berdua di ruang tamu yang ngga begitu
terang.sejenak kami berdua terdiam,aku teringat orang tuaku di rumah,ingat
kata-katanya yang tak merestui hubungan ini,semakin dalam ingatanku semakin
terpukul rasanya hati ini,
“kamu pilih keluargamu saja,,tinggalin aku,,aku nggapapa ini demi kebaikan
kita berdua,,” aku membuka pembicaraan
“ngga,,aku ngga mau ninggalin kamu dan akupun ngga mau kamu tinggalin
yank,,mana janji kamu buat selalu bersama-sama saat suka duka,,kita pasti bisa
melewati ini semua..” jawabnya
“ngga wahyu,,” dengan terisak isak aku berkata,,”sampe kapanpun kita ngga
akan pernah bisa bersatu,percuma kita bersama kalo akhirnya ngga bisa
bersatu,,” sambungku
“ posisi kita sama,, aku dah ngga dianggap anak sama orang tuaku,aku mau
jadi apa yank,,aku sudah ngga dianggap anak sekarang,,aku sudah ngga punya
siapa-siapa lagi,,aku Cuma punya kamu,,kamu penyemangatku satu-satunya...?”
dengan pelukan wahyu yang semakin erat dan tetesan air matanya yang basahi
pundakku,aku semakin tersakiti dengan ucapan wahyu,seakan aku yang menyuruh
wahyu ninggalin keluarganya,,malam pun semakin larut aku dan wahyu tak dapat
tidur memikirkan apa yang akan kita lakukan kedepanna,tanpa dilepas pelukannya
dari tubuhku,,aku bener-bener merasakan sakit melihat wahyu menangis
ketulusannya membuat aku semakin lemah,,keputusannya untuk tetap mempertahanku
ditengah keluarganya yang tak merestui kita,,mentari pagi yang muncul seakan
menghangatkan hatiku dan wahyu,tak sedikitpun kulihat senyuman wahyu untuk yang
pertama kali,,dengan wajah yang lesu dia membuatkanku teh dan menyiapkan
sarapan,,dia tak melihatku sedetikpun,tiba-tiba wahyu memelukku dari belakang dan
lagi aku harus melihat air mata wahyu untuk yang kesekian kalinya,,
“ kamu jangan sedih,,ngga usah mikir
macem-macem saat aku tinggal pergi,,” sapaku dengan manja agar wahyu tak
melihat kesedihanku
“iya,,kamu juga,,jaga diri kamu baik-baik,,jaga hati kamu,,?” jawabnya
dengan lembut dan memelukku semakin erat
“ aku pergi ya...” aku melangkah meninggalkan wahyu di ruang tamu,tiba-tiba
tanganku ditarik dan dipeluknya dengan erat, dikecupnya keningku,, “ sampe
kapanpun aku tetep sayang sama kamu yank,,ngga akan ada yang gantiin kamu,izinkan
aku teteap mencintaimu ,” sambung wahyu.
########
Tanpa aku menjawab
kuteruskan langkahku meninggalkan wahyu dengan tetesan air mata yang sedari
tadi basahi pipiku,sesampai di malang aku merasakan wahyu tetap ada disampingku,tanpa
komunikasi aku selalu berharap bila rasaku ini akan cepat hilang,namun seminggu
kemudian wahyu menghubungiku dan seakan mngembalikan semua ingatanku tentang
luka itu.seiring berjalannya waktu aku berusaha melupakan wahyu tapi hatiku
selalu menyimpan sayang untuknya.janji cinta yang tak kan pudar dan ngga akan
hilang.tetep mencintai walaupun tak dapat memiliki.dua orang yang saling
mencintai terpisah dan hanya meyisakan luka dan sedikit harapan.
#####
Karna sesungguhnya
cintaku dan cinta wahyu adalah cinta yang suci,rasa saling memiliki dan menjaga
satu sama lain,biarlah waktu yang akan memisahkan kita,dan berharap cinta ini
takkan mati dengan seiring waktu berjalan,sampe saat ini aku dan wahyu masing
sangat saling menyayangi,entah sampe kapan aku dan dia menerima kenyataan pahit
ini,hanya kenangan yang ada takkan terlupa,terbentang jauh jarak antara aku dan
wahyu tapi hati ini masih saja terasa dekat dan memiliki,mungkin sampe aku dan
wahyu memiliki pasangan masing-masing rasa ini tetep ada dan akan trus
ada,cinta yang tumbuh karna ketulusan kasih sayang yang ada karna
kenyamanan,aku dan wahyu telah berjanji menjaga cinta ini sampe akhir
nanti,hanya yang diataslah yang mengerti perasaan ini,karna sebenarnya aku dan
wahyu bener-bener saling mencintai dan menyayangi.
Hari ini adalah hari
dimana aku dan teman-temanku harus berpisah setelah 3 tahun bersama-sama
mencari ilmu di sekolah swasta di Blitar, kupandangi semua wajah teman
seperjuangan denganku untuk lulus dari smk dan akan melanjutkan kehidupan
masing-masing, dengan seragam putih abu-abu kita saling mengucapkan kata-kata
perpisahan yang membuat tetesan air mata, kita yang setiap hari bersama-sama
akan berpisah dan mencari kehidupan dan mengapai kesuksesan.seragam putih
abu-abu dengan rambut terurai panjang dengan pipi yang chuby menjadi khas dari
seorang siswa XII Ap1 yang akrab dipanggil ryanti, karna kuliah masih cukup
lama akhirnya aku kerja di toko baju, teman baru dan suasana baru dan aku harus
bisa menyesuaikan dengan keadaan itu, karna semua karyawan ditoko itu sudah
menikah, dan aku termasuk yang paling imut-imut gitu..setiap pulang kerja jam 4
sore aku pasti melihat cowok yang selalu didepan rumahnya setiap aku lewat,,”
tu cowok sok amat sii ganteng juga kaga balagak banget..” kataku dalam hati
dengan mengendari motor jupiterku.
Hari-hariku penuh
dengan canda saat bersama temen-temanku kerja,sampai saat sore itu kakakku
bilang ke aku..” ryanti ada yang minta nomermu boleh ngga..?” ..”siapa kak..?”
jawabku penasaran..”wahyu..kakaknya vian...?” sambungnya..”iya kasihkan...”
jawabku dengan nada sedang.keesokan harinya wahyu sms dan manjadi akrab
denganku.setelah seminggu aku dan wahyu saling kenal akhirnya wahyu memberanikan
diri mengajakku jalan.
“dek..besok jalan pagi yuk..?’ ajak wahyu..”kemana kak..?..jawabku..
“deket-deket sini aja..bisa kan..?”,..o iya bisa kak” sambungku..
Keesokan harinya
akupun jalan pagi sama wahyu, entah kenapa 1 jam berjalan terasa cepet, hingga
sesampainya didepan rumahku wahyu berpamitan..”dek aku pulang..besok jalan lagi
ya..?” ajaknya dengan tersenyum manis..”iya kak..?” dengan senangnya aku
mengiyakan ajakan wahyu. Ditempat kerja nampak jam dinding dan entah kenapa aku
tak sabar ingin cepat pulang dan pasti akan melihat wahyu didepan rumahnya.jam
5 pagi wahyu sudah didepan rumahku dan akupun telah menunggunya.dan tak lama
kita berjalan wahyu memegang tanganku dan bermaksud menggandeng tapi aku
menjauh dan wahyu pun ngajak berhenti di bawah lampu perempatan yang berada tak
jauh dari rumahnya,,
“kenapa dek..aku boleh tanya..” kata wahyu..”apa kak..?” jawabku sambil
mengalihkan pandanganku dari wahyu yang berada didepanku..”aku sayang sama
kamu,aku suka sama kamu semenjak aku lihat kamu,kamu mau jadi pacarku dek..?”
sambungnya dengan memegang kedua tanganku dan dengan dia berlutut
didepanku..”loh kakak berdiri jangan gitu,ga enak dilihat banyak
orang..?”..”aku ga mau berdiri sebelum kamu jawab..?” sambungnya..dan tanpa
pikir panjang akupun menerima wahyu jadi pacarku karna dia mampu memberikan
kenyamanan saat aku bersamanya.
#####
Hari-hariku semakin
ceria dengan wahyu bersamaku, hingga waktu berjalan 6 bulan aku pacaran dengan
wahyu, kamipun sudah mengenal keluarga masing-masing, tapi saat aku cerita ke
orang tuaku ternyata jawaban itu yang ngga aku inginkan.
“ibu setuju kan kalo aku sama wahyu..?” tanyaku agak deg-deg an,,”ibu ngga
pernah nglarang kamu deket sama siapapun,tapi kali ini ibu mohon jangan wahyu,kamu
sama dia ngga boleh karna kamu masih
saudara sama wahyu..?” jawab ibuku yang sedari tadi tak melihat aku..”tapikan
masih ada cara yang bisa dilakukan biar aku bisa sama wahyu bu..?”..sambungku
dengan penuh harap..”ngga bisa ryanti..kamu cukup berteman saja dengan
wahyu,ayahmu juga ngga merestui,kamu bilang bai-baik sama wahyu supaya dia mengerti..?”
ibuku menjawab lalu meninggalkan aku.
Tak menunggu waktu
lama air mataku menetes karna keputusan ibuku, keesokan harinya aku berusaha
cerita ke wahyu keputusan ibuku.
“yank..mungkin kita ngga bisa bersatu.orang tuaku ngga merestui hubungan
kita..?” kataku yang tak berani menatap mata wahyu..
“sebenarnya orang tuaku juga ngga setuju, tapi aku ngga bisa jauh dari
kamu, aku ngga mau pisah sama kamu yank, mungkin masih ada jalan untuk kita
bisa bersama..?” jawabnya dengan meyakinkan cintaku.
“tapi yank...” jawabku..”aku ngga peduli dengan apapun yang terjadi yang
aku tau aku bisa bersama kamu,,” terusnya.
Menjalani hari dengan
wahyu tanpa restu dari orang tua masing-masing sangat menyiksa,tapi aku dan
wahyu saling menguatkan satu sama lain dan percaya kta pasti akan bersatu
setelah melewati semua rintangan ini, setelah aku pergi ke malang karna sudah
waktunya masuk kuliah,dengan setianya wahyu dan aku saling menjaga cinta
masing-masing,1 tahun berjalan semakin indah dan semakin kuat cinta kita berdua
meski sampai saat itu berjalan tnpa restu.hanya keyakinan yang membuat kita
tetep bersama.dengan cincin dijari manisku
yang diberikan wahyu seakan aku tetap terjaga walaupun jauh darinya.
######
Selang beberapa bulan
aku dikagetkan dengan kata-kata ibunya wahyu yang kubaca lewat sms..
“ryanti..kamu masih pacaran kah sama
wahyu..?” sms pertama yang kubaca
‘kenapa bu..ada apa.?” Balasku
“ sebenarnya kamu sama wahyu masih saudara jauh,kalian ngga boleh
meneruskan ke jenjang yang lebih serius..?” balas ibunya wahyu
“ iya aku tau bu..apa wahyu sudah tau mengenai hal ini..?” tanyaku kembali
“ sudah..tapi ini mau dibilangi lagi sama ayahnya,,bu harap ini ngga buat
kamu sakit hati,ini juga demi kebaikan keluarga kita..” sambungnya
“ aku ikut keputusannya wahyu aja gimana bu..kalo memang ini yang terbaik
buat kita..”
“iya nak..tapi kam juga jangan menjauh dari wahyu,,dia menjadi lebih baik
semenjak deket sama kamu,,dia nurut sama ibu dan tidak membantah lagi,,”
“ trus aku harus gimana bu,,bingung lah kalo gini keadaannya,,nunggu
keputusan wahyu aja,,”
Setelah 1,5 tahun aku
menjalani hubungan dengan wahyu,tiba saatnya wahyu akan pergi jauh untuk
kerja,dia pergi bersama kakak keponakanku ke Riau, dan saat itu keadaan Riau
sangat buruk dengan adanya kabut asap yang sangat tebal.teringat semua janji
wahyu untyuk tetap menjaga cintanya untukku membuatku semakin percaya akan
cinta ini.seminggu setelah wahyu pergi aku merasa sepi,seperti menghadapi
kenyataan ini sendirian.hanya dengan kakaknya wahyu yang akrab dipanggil mbak
deniklah aku ceritakan semuanya, awalnya kak denik setuju dengan hubungan
kami,akupun sedikit lega.
“ semalem wahyu telfon aku dek,,dia juga cerita semuanya tentang hubungan
kamu,trus kamu maunya gimana sekarang,,?” tanya kak denik kepadaku
“ aku bingung kak harus gimana,,?” jawabku dengan singkat
“ gini aja dek kalo memang kamu sama wahyu bener-bener saling
menyayangi,,kakak bersedia menikahkan kamu sekarang,,nanti urusan orang tuaku dan
orang tuamu biar kakak yang atur,,?” tuturnya dengan lembut
“ tapi kak aku kan masih kuliah,,” jawabku kaget mendengar keputusan kak
denik
“ nggapapa dek walaupun sudah nikah lanjutin kuliah,,nanti malam minggu
kakak ke rumah kamu sama wahyu,,dan sekarang wahyu lagi perjalanan
pulang,,mngkin besok sampe disini,,” sambungnya
“ kalo wahyu siap aku juga siap kak,,biar nanti aku sama wahyu yang nangung
semua beban ini,,aku bingung ngomong ke orang tuaku..”
“ nanti aja biar kakak yang ngomong sama orang tuamu..yang penting kamu
jaga kesehatan,,jangan sampe sakit karna masalah ini,,kalo wahyu sudah sampe
rumah kita jalan-jalan buat refresing sejenak..” jawab kak denik
“ iya kak..” jawabku
Setelah wahyu sampe
rumahnya kak denik akupun dijemput dan diajak nginep di rumahnya kak denik,aku
melihat wahyu seakan tak ingin mata ini berkedip karna terasa sangat lama
sekali aku ngga bertemu dengannya,dengan hangat aku dipelukan wahyu dan entah
kenapa air mataku menetes teringat keadaan yang harus ku jalani.
‘ kamu kenapa nangis yank,,?” tanya wahyu sambil mengusap air mataku
“ nggapapa yank,,aku Cuma kangen sama kamu,,” jawabku berbohong
“ apapun yang terjadi aku ngga akan ninggalin kamu yank,,aku cowok,aku bisa
hidup sendiri,aku bisa nafkahi kamu,tapi jika nafkah yang aku berikan ke kamu
sedikit kamu jangan marah ya,entah gimana caraku cari uang,aku pasti berusaha
bahagiain kamu,,” sambungnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Mungkin kita seperti
pengantin baru yang tinggal serumah,tapi bedanya aku tidur dikamar dan wahyu di
sofa ruang tamu.ku rapikan ranjangku aku
keluar kamar dan melihat wahyu tidur,kupandangi dia seakan aku ngga mau jauh
lagi darinya,kemudian aku membuatkan kopi untuknya yang seperti biasa dilakukan
seorang istri kepada suaminya,tapi tiba-tiba dipeluknya aku dari belakang.
‘ kamu sudah bangun yank..?” sapa wahyu sambil menata rambutku
‘ iya,,ini aku buatin kopi,,?” jawabku sambil menaruh kopi diatas meja
“semoga ini menjadi awal yang baik buat kita yank,,?” tuturnya dengan
meminum kopi buatanku
#######
Dua hari aku tinggal
di rumah kak denik banyak keputusan yang membuat aku dan wahyu putus asa dan
bener-bener merasakan sakit yang luar biasa,ternyata kak denik tidak merestui
hubungan kita karna dia mengetahui kalo kita masih saudara,dan hal yang paling
buatku sakit hati ibunya wahyu secara langsung bilang ke aku kalo aku dan wahyu
memang bener-bener tidak boleh berasama,disaat itu juga aku menangis dan
mengeluarkan semua sakit yang aku pendam,yang buatku sedih kali pertamanya aku
melihat wahyu sangat terpukul dan menangis saat membelaku didepan ibunya.
“ ryanti,,kamu kan sudah ibu kasih tau kalo kalian itu ngga boleh
bersatu,,kalian masih saudara,,” kata ibu wahyu sambil memegang tanganku,dan
akupun tak berani menatap matanya,hanya terdiam yang bisa kulakukan
“bu,,aku sayang sama ryanti,,aku yang ngajak dia nikah,ibu jangan salahkan
ryanti,aku yang salah,tapi apa salah aku menyayangi ryanti,aku bisa
menjaganya,aku akan ngomong ke orang tua ryanti,,?” sambung wahyu dengan
meneteskan air matanya yang sedari tadi sudah tak dapat terbendung
“kamu jangan nekat wahyu,bahaya nak..kamu harus nurut sama ibu,,ibu yang
melahirkanmu,,ibu ini surgamu,,tanpa ibu kamu ngga akan ada didunia ini..?”
tagas ibu wahyu
“trimakasih bu karna sudah melahirkan aku ke dunia,tapi ini masa
depanku,aku yang bisa menentukan semua,ini pilihanku bu,,?” jawab wahyu dengan
memeluk kaki ibunya..
“restui aku bu,,aku janji ngga akan terjadi apa-apa,,aku mohon restui
kami,,” dengan isakan tangis wahyu memohon kepada ibunya,dan akupun hanya
terdiam melihat kenyataan pahit ini,,dan aku jadi mengerti apa yang harus
kulakukan,,ya....menjauh dari wahyu,,tapi sanggupkah aku jauh dari wahyu,hatiku
telah lama bersama wahyu,yang bisa kulakukan hanyalah berdoa.setelah mereka
semua pergi tinggalah aku dan wahyu berdua di ruang tamu yang ngga begitu
terang.sejenak kami berdua terdiam,aku teringat orang tuaku di rumah,ingat
kata-katanya yang tak merestui hubungan ini,semakin dalam ingatanku semakin
terpukul rasanya hati ini,
“kamu pilih keluargamu saja,,tinggalin aku,,aku nggapapa ini demi kebaikan
kita berdua,,” aku membuka pembicaraan
“ngga,,aku ngga mau ninggalin kamu dan akupun ngga mau kamu tinggalin
yank,,mana janji kamu buat selalu bersama-sama saat suka duka,,kita pasti bisa
melewati ini semua..” jawabnya
“ngga wahyu,,” dengan terisak isak aku berkata,,”sampe kapanpun kita ngga
akan pernah bisa bersatu,percuma kita bersama kalo akhirnya ngga bisa
bersatu,,” sambungku
“ posisi kita sama,, aku dah ngga dianggap anak sama orang tuaku,aku mau
jadi apa yank,,aku sudah ngga dianggap anak sekarang,,aku sudah ngga punya
siapa-siapa lagi,,aku Cuma punya kamu,,kamu penyemangatku satu-satunya...?”
dengan pelukan wahyu yang semakin erat dan tetesan air matanya yang basahi
pundakku,aku semakin tersakiti dengan ucapan wahyu,seakan aku yang menyuruh
wahyu ninggalin keluarganya,,malam pun semakin larut aku dan wahyu tak dapat
tidur memikirkan apa yang akan kita lakukan kedepanna,tanpa dilepas pelukannya
dari tubuhku,,aku bener-bener merasakan sakit melihat wahyu menangis
ketulusannya membuat aku semakin lemah,,keputusannya untuk tetap mempertahanku
ditengah keluarganya yang tak merestui kita,,mentari pagi yang muncul seakan
menghangatkan hatiku dan wahyu,tak sedikitpun kulihat senyuman wahyu untuk yang
pertama kali,,dengan wajah yang lesu dia membuatkanku teh dan menyiapkan
sarapan,,dia tak melihatku sedetikpun,tiba-tiba wahyu memelukku dari belakang dan
lagi aku harus melihat air mata wahyu untuk yang kesekian kalinya,,
“ kamu jangan sedih,,ngga usah mikir
macem-macem saat aku tinggal pergi,,” sapaku dengan manja agar wahyu tak
melihat kesedihanku
“iya,,kamu juga,,jaga diri kamu baik-baik,,jaga hati kamu,,?” jawabnya
dengan lembut dan memelukku semakin erat
“ aku pergi ya...” aku melangkah meninggalkan wahyu di ruang tamu,tiba-tiba
tanganku ditarik dan dipeluknya dengan erat, dikecupnya keningku,, “ sampe
kapanpun aku tetep sayang sama kamu yank,,ngga akan ada yang gantiin kamu,izinkan
aku teteap mencintaimu ,” sambung wahyu.
########
Tanpa aku menjawab
kuteruskan langkahku meninggalkan wahyu dengan tetesan air mata yang sedari
tadi basahi pipiku,sesampai di malang aku merasakan wahyu tetap ada disampingku,tanpa
komunikasi aku selalu berharap bila rasaku ini akan cepat hilang,namun seminggu
kemudian wahyu menghubungiku dan seakan mngembalikan semua ingatanku tentang
luka itu.seiring berjalannya waktu aku berusaha melupakan wahyu tapi hatiku
selalu menyimpan sayang untuknya.janji cinta yang tak kan pudar dan ngga akan
hilang.tetep mencintai walaupun tak dapat memiliki.dua orang yang saling
mencintai terpisah dan hanya meyisakan luka dan sedikit harapan.
#####
Karna sesungguhnya
cintaku dan cinta wahyu adalah cinta yang suci,rasa saling memiliki dan menjaga
satu sama lain,biarlah waktu yang akan memisahkan kita,dan berharap cinta ini
takkan mati dengan seiring waktu berjalan,sampe saat ini aku dan wahyu masing
sangat saling menyayangi,entah sampe kapan aku dan dia menerima kenyataan pahit
ini,hanya kenangan yang ada takkan terlupa,terbentang jauh jarak antara aku dan
wahyu tapi hati ini masih saja terasa dekat dan memiliki,mungkin sampe aku dan
wahyu memiliki pasangan masing-masing rasa ini tetep ada dan akan trus
ada,cinta yang tumbuh karna ketulusan kasih sayang yang ada karna
kenyamanan,aku dan wahyu telah berjanji menjaga cinta ini sampe akhir
nanti,hanya yang diataslah yang mengerti perasaan ini,karna sebenarnya aku dan
wahyu bener-bener saling mencintai dan menyayangi.


No comments:
Post a Comment