Benarkah cinta mampu memperbaiki hidup seseorang? Bagi Aarohi, pertanyaan itu sangat sulit dijawab. Cinta Rahul Jayekar padanya telah membuka jalan Aarohi untuk mencapai mimpi besarnya. Hidup Aarohi memang berubah. Mulanya seorang penyanyi bar di desa kecil, beranjak menjadi diva yang dielu-elukan banyak orang. Dari yang sama sekali tidak diperhitungkan, menjelma menjadi wanita utama di dunia tarik suara. Hanya sayangnya, di saat yang sama, cinta itu juga yang merampas Rahul Jayekar dari hidupnya.
Karir Rahul Jayekar (diperankan Aditya Roy Kapoor) berada di
titik nadir. Ketergantungan pada alkohol membuat Rahul sulit mengontrol emosi.
Ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Hidupnya mulai hampa dan serasa
kehilangan cita-cita. Bahkan lagu-lagu yang ia nyanyikan sudah tidak lahir dari
jiwanya lagi.
Suatu kali, saat sedang tampil di Goa, Aryan (diperankan Salil
Acharya) melemparinya dengan kaleng minuman bekas. Rahul muntab. Ia
menghentikan nyanyiannya, turun dari panggung, berduel dengan Aryan, dan
meninggalkan konser begitu saja. Tak peduli meski hal itu memperburuk
reputasinya sebagai publik figur. Setengah mabuk, Rahul mengemudikan mobilnya
menuju bar.
Di sana Rahul bertemu dengan Aarohi (diperankan Shrada Kapoor).
Ia terpana melihat cara Aarohi menyanyikan lirik “Sunn Raha Hai”, salah satu
hits Rahul, dengan penuh penghayatan seakan-akan itu lagunya sendiri. Aarohi
sangat berbakat. Gayanya bernyanyi memberi tahu Rahul bahwa masa depan Aarohi
ada di dunia tarik suara. Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama hampa,
Rahul merasa memiliki cita-cita.
Rahul lantas membujuk Aarohi untuk meninggalkan pekerjaannya di
bar. Aarohi dijanjikan bertemu dengan seorang produser kawakan yang dulu telah
melambungkan nama Rahul di dunia musik. Meski sempat merasa dipermainkan oleh
Rahul yang menghilang tiba-tiba, akhirnya Aarohi bisa merasakan bagaimana hidup
sebagai penyanyi terkenal. Rahul benar-benar menepati janjinya.
Tapi, mimpi yang tercapai tidak juga sepenuhnya membahagiakan.
Semakin bersinar, Aarohi semakin kehilangan Rahul. Laki-laki yang dicintai dan
mencintainya itu kian hilang kendali atas dirinya sendiri. Ia tak bisa
melepaskan diri dari alkohol. Ketenaran Aarohi kadang-kadang membuat Rahul
frustasi. Ia merasa dirinya sudah bukan siapa-siapa. Ia merasa paparazi,
wartawan, dan publik mulai menyingkirkannya dan melupakan bahwa Rahul juga
seorang bintang. Aarohi berkali-kali harus menenangkan Rahul.
Kebiasaan mengkonsumsi alkohol juga membuat Rahul bangkrut.
Suatu kali, Aarohi memergoki Rahul mencuri dompetnya. Ia butuh uang untuk
membeli alkohol. Aarohi juga harus berurusan dengan polisi karena Rahul
ditangkap dalam keadaan mabuk berat setelah memukuli supir taksi.
Aarohi merasa dialah penyebab kekacauan diri Rahul. Ketenarannya
membuat Rahul tersiksa. Demi membebaskan Rahul dari semua kemelut itu, Aarohi
memutuskan untuk menjauh sementara dari dunia hiburan. Tapi apa yang dilakukan
Aarohi tidak juga mampu mengubah kebiasaan Rahul.
Tentang kebiasaan minum alkohol, Rahul masih saja berkata, ”Yeh aadat ab nahi jaane waali hai … yeh toh
woh biwi hai joh saath rehkar satayegi aur talaq bhi nahi degi (This habit will not go away
now … she is like a wife who will stay together and trouble and also won’t
divorce)”.
Atau, “Main marne
ke liye nahi peeta … peene ke liye marta hoon (I don’t drink to die … I die to
drink).
Rahul Jayekar selalu bersamanya saat Aarohi dalam masa-masa
sulit. Rahul yang selalu meyakinkannya untuk berani bermimpi dan mewujudkan
impian itu. Aarohi ingin melakukan hal yang sama. Kepada Paman Saigal (Mahesh
Thakur), produser yang sudah seperti keluarganya sendiri, Aarohi mengatakan ia
akan berhenti dari dunia hiburan. Ia lebih memilih Rahul. Dia percaya cintanya
bisa mengubah hidup Rahul seperti Rahul telah mengubah hidupnya.
Tapi perkataan Paman Saigal membuatnya bingung, “Jika cintamu
bisa menjadi obat baginya, Rahul pasti sudah sembuh. Tapi dia sudah diikat oleh
kebiasaannya. Alkohol itu kelemahannya, Aarohi. Aku takut cintamu pun tidak
bisa membawanya kembali, Nak.”
Rahul agaknya tidak sependapat dengan Gandhi yang pernah
berkata, “Where there is love there is life.” Sebab, cintanya pada Aarohi justru
membuatnya mengakhiri hidup. Ia lebih mengikuti ucapan Stephen Chbosky, “I
would die for you. But I won’t live for you.”
*****
Well, Tentang cinta, saya punya kutipan yang pernah saya baca suatu
kali. Lupa dimana tapi tercatat dengan baik di memopad Blackberry“People say don’t change for others. If you
love them, I say, change behaviours, bad habits. Just be sure that what you’re
changing makes you a better person. It’s simply because the best love is the
one that makes you a better person”
Produser : Bhushan Kumar, Mukesh Bhatt, Krishan Kumar
Sutradara : Mohit Suri
Penulis Skenario : Shaguta Rafiqque
Sutradara : Mohit Suri
Penulis Skenario : Shaguta Rafiqque




No comments:
Post a Comment