![]() |
| Pengarang : Mahrus Komaini |
Ramzi : Su, sudah kuduga, meja daan kursi di taman tengah
itu sama dengan yang tersimpan di gudang peralatan olahraga!!!
Mahrus : ya, tidak salah lagi. Itu meja milik murid yang
bernama Ahmad yang meninggal di SMU ini dua tahun yang lalu! Di kanan
bawah meja itu tertulis tanda tangan
yang sama .
Vicky : Lalu, ada seseorang yang iseng menaruh nya di taman
tengah !!!
Nurul : Tapi kalau dipikir begitu, Aneh juga,,,, tanah taman
kan
becek karena hujan , Tapi waktu menghampiri meja itu, yang ada Cuma jejak
kakiku dan Mahrus.
Ramzi : Ha, Hantu !! pasti hantu murid bernama Ahmad yang
mengangkutnya.
Mahrus : Hei, hei tidak mungkin
Vicky : Mu, mungkin saja. Ya hantu kan tak punya kaki.
Ramzi : Hei, hei lihat meja dan kursi itu hilang!!
Vicky : Mustahil !! kenapa ?
Mahrus : huh, kalian ini Aku dan Nurul mengembalikannya ke
gudang peralatan olahraga.
Nurul : Karena kalau terjadi keributan, keinginan sipelaku
akan terwujud. Lagi pula pada kertas diatas meja itu tertulis kalimat yang
aneh..
Vicky : Ka, kalimat aneh!!!
Vicky : berarti kertasnya tidak basah .
Ramzi : Karena hantu menutupinya ditengah hujan dan menulis
kalimat dendam itu.
Ramzi &Vicky : terdengar suara Wuaaaaaa) “Eh” ? (
terdengar dari ruang seni )
Nurul : Ada apa ? ( Nurul, Vicky, dan Mahrus sampai di ruang seni)
Rif’an : Iya, dia anggota klub seni seperti aku… sampai pada
tahun lalu, pada waktu itu ketika dia jatuh dari tangga.
Vicky : Waktu itu ??
Ramzi : Jangan-jangan, kau ada ditempat kejadian!
Nurul : Sudah kuduga, murid ini adalah orang yang ada pada
hari kecelakaan itu.
Rif’an : Bisakah kalian tinggalkan aku! Guru mengurungku
sendirian diruang seni ini agar aku
konsentrasi menyelesaikan karyaku untuk mengejar pameran.
(Ramzi, Mahrus, Nurul dan Vicky masih berdiri disana dan
bengong)
Rif’an : Ayo cepat ….!!! Aku tidak mau buang waktu.
R+D+V+M : Ba, baik .
Vicky : Hei, bagaimana kalau kita beri tahu lutfi soal meja
yang ada di taman tengah itu !
Ramzi : I, Iya !
(Mahrus masih terdiam melihat menemukan lelehan lilin di
lantai namun dia tidak member tahu teman-temannya)
Mahrus : Eh, katanya dibawah tangga ini pernah banjir ya ?
Apa lantai ini basah ?
Ramzi : Ya, seluruh lantai banjir. Eh mungkin itu air mata
murid yang bernama Ahmad ynf tewas di tangga ini !!
Mahrus : Siapa yang menemukannya ???
Vicky : Kudengar seseorang dari klub seni yang dating
pagi-pagi.
Mahrus : Hmmm (tampak melamun sambil berfikir) ( R+V+M+D pun langsung menuju
perpustakaan)
Lutfi : benarkah itu ?? benar taman dan kursi Ahmad
tersimpan ditaman tengah????
Vicky : I, Iya selama itu diatas meja tersimpan kertas yang
bertulis “DENDAMKU BELUM HILANG”
Lutfi : Uhhh, !!! Aku kesal, terlalu kelewatan untuk sebuah
lelucon!!! Kalau pelakunya sudah ketahuan, ikat leher dan seret kesini! Kita
hajar dia !
Vicky : Ta, tapi mungkin dia sudah mati sekejap kalau kena
tendangan putar mu!!
Mahrus : Hei, buku yang pernah di pinjam Ahmad yang katanya
menyembul keluar di rak perpustakaan ini, buku apa itu ??
Vicky : Keempat buku yang perna dipinjamnya merupakan buku
aneh yang jarang dibaca orang!
Lutfi : Ahmad ingin menjadi pengarang komik . Dia selalu
bilang agar bisa membuat cerita yang menarik. Memahami berbagai macam hal yang
tidak di ketahui orang akan berguna .
Vicky : Wahhhhh !
Vicky : Wahhhhh !
Lutfi : tanda tangannya tertulis diujung mejakan. Katanya
dia akan menggunakannya jika sudah terkenal dimasa depan.
Ramzi : Kalau begitu mungkin dia dendam karena impiannya
terputus ditengah jalan?
Lutfi : Oh ya, soal taman tengah itu mungkin kita bisa tahu
sesuatu kalau kita Tanya kepala sekolah. Karena aku melihat kepala sekolah
berdiri ditaman tengah seperti biasa.
(M+R+D+V menemui kepala sekolah di ruangannya)
Rega : Apa! Aku ketaman tengah ketika hujan. ! tidak hari
ini aku tidak kesana..
M+R+D+V : Eh, (tampak bingung)
Rega : Lagi pula aku sedang mengadakan rapat dengan para
guru ketika hujan turun ! tentang keributan hantu itu…. Oh ya, Nurul berkat
senam kesehatan yang kau ajarkan itu, penggangguku sudah lebih baik.
Nurul : I, iya ..
Ramzi : Hei, apa artinya ini ? masa si lutfi bohong!!! Tidak
mungkinkan!!!
Vicky : Pasti dia salah liat, mengira seseorang sebagai kepala sekolah.
Vicky : Pasti dia salah liat, mengira seseorang sebagai kepala sekolah.
Mahrus : Kalau begitu kita Tanya sama teman lutfi yang
sedang tidur diruang Klinik yang berada diruang tengah. Mungkin saja di melihat
seseorangkan.
Okky: Entahlah, aku tidak tahu. Setelah berpisah dengan
kalian, aku terus tidur duranjang klinik ini. Kalau pun aku keluar,,,,,,,,,,,
Vicky : Lihat itu, pohon disamping jendela menghalangi
pemandangan dari lantai Satu ini.. taman tengah hampir tidak kelihatankan.!!
Okky : Makanya, walaupun ada orang mencurigakan
mondar-mandir ditaman tengah tidak mungkin aku tahu.
Vicky : Lho,,, kemana dokter klinik ?
Okky : Oh, dia pulang duluan. Katanya mau ketempat kursus
mengemudi, dia suruh aku cepat pulang dan tidur dirumah. Setelah kejadian digudang peralatan olahraga,
Perpustakaan dan tangga kutukan, berikutnya kursi dan meja ditaman tengah.
Kasihan juga Ahmad.
Vicky : Oh, ya. Katanya kamu teman sepermainan Ahmad ya??
Okky : Ya,, Kami satu SD & SMP, tapi di SMA kami hamper tidak
bertemu. Sebab begitu masuk SMA aku dan hamper setengah tahun aku dirawat
dirumah sakit.
Ramzi : Jadi, waktu dia meninggal karena jatuh dari
tangga…????
Okky : aku tidak tahu. Sampai keluar dari rumah sakit dan
kembali bersekolah. Lalu ada orang yang ketakutan mendengar cerita itu ?
Ramzi : Eh, kenapa ??
Okky : mungki saja orang yang ribut-ribut soal hantu itu
merencanakan keributan ini dan sekarang sedang tertawa hati. ( dengan nada
bercanda).
Ramzi : Eh aku ?? (akhirnya mereka berempat keluar dari klinik.).
Vicky : Ngomong-ngomong soal orang lain yang ribut mengenai
ini, orang yang melukis sendirian diruang seni itu.mencurigakan ya..
Ramzi : tapi orang yang di klinik barusan juga
mencurigakan!!!
Vicky : Gudang peralatan olahraga tempat meja itu tersimpankan
dekat klinik.
Ramzi : kalau lewat jalan ini bisa langsung ke taman tengah.
Mahrus :dan satu orang lagi,,,,, Lutfi juga mencurigakan
Ramzi : Kenapa ?
Mahrus : Sebab kalau dia bilang pergi ketoilet, artinya dia keluar dari perpustakaankan.
Vicky : Iya sih !!!
Ramzi : Benar juga kenapa lutfi datang waktu kita sedang
menyelidiki peralatan olahraga.?? Klub karate kan sedang libur. Tidak mungkin
dia ada perlu digudang.
Vicky : Itu kebetulan. Lagi pula, kalau dia yang usil pasti
sudah lama pulang dari sekolah.
Mahrus : Tidak, tadi ketika aku dan Nurul menuju meja yang
letaknya ditaman tengah, kami pergi ke rak sepatu untuk mengambil sepatu.
Walaupun halaman shalaman sekolah dari pintu keluar sampai gerbang sekolah
becek karena hujan, tidak ada jejk kaki siapapun.
Vicky :Kalau begitu pelakunya benar-benar hantu!!!!!
Mahrus :Ya kalau
yang menyebabkan keributan hantu ini orang yang sama, besar kemungkinan
pelakunya adalah orang yang kenal dekat dengan Ahmad dan tempat kecelakaannya.
Anak kelas tiga yang kulihat disekolah setelah hujan turun cuma ketiga orang
itu. Masalahnya, bagaimana cara mereka mengangkat meja dan kursi itu ketaman
tengah tanpa meninggalkan jejak??? Pasti
ada sesuatu .suatu tujuan menciptakan keributan hantu.
Vicky : Lho apa ini ?? Seperti bekas cipratan air diatas
lantai satu.
Ramzi : Memang ada
bekas air seperti ini waktu kita lwat tadi.!!!
Mahrus : ( Sambil seorang diri berlari menuju taman
tengah ) Ja, jangan_jangan bekas bukti ada suatu tempat ditaman tengah ini (
sambil mencari bukti) Ada!!! Ini Ada !!!( sudah menemukan bukti).
Vicky : Hei,!!! Jangan keluar pakai sandal dong!!!
Mahrus : Hei, Bisakah kalian semua tunggu didepan ruang
seni!!! Aku dapat cara untuk menemukan pelakunya
R+V+M+D+R+L : (menuju keruang seni.
Ramzi : Benarkah dengan datang keruang ini kita dapat tahu
pelaku keributan hantu itu.??
(Mahrus masuk keruang seni dengan tiba-tiba)
Rif’an : Hei, sudah kubilang jangan masuk!!!
Mahrus : Oh, kamu sudah siap mau pulang ya ??
Rif’an : Siap-siap pulang ? I, Iya aku mumbawanya kesini
agar bisa segera pulang
Okky : (tiba-tiba datang) haii maaf mengganggu.
Rif’an :Mahrus!! Kenapa kamu datang kesini??
Okky : Aku datang karena anak ini bilangkita bisa tahu
pelaku keributan hantu jika kita kesini!!
Lutfi : Aku juga disuruh kesini !!!
Vicky : Wahhh,, payung mu penuh debu.
Lutfi : (sambil membersihkan debu pada payung) Ya! Aku
buru-buru membawanya kesini begitu melihat ramalan cuaca pagi .payung yang
kupakai waktu kecil.
Rif’an : Hei,, jangan buang debu kesini dong.
Lutfi : Maaf. Maaf.
Terus pelakunya sudah ketahuan ??
Okky : Tidak, sepertinya baru dimulai.
Vicky : Hei kamu serius Mahrus??
Ramzi : Lalu mana pelakunya??
Mahrus : Ya, pelaku keributan hantu tersebut dinggab
perbuatan roh yang bernama ahmad kan.
Vicky : Iya
Mahrus : (Menuju tangga ketukan) Tangga itu adalah tangga
disamping ruang seni…. Artinya kita tinggal sembunyi dan menunggu saja kan.
Vicky : Menunggu apa maksud kamu.??
Mahrus : Tenang saja! Arwah penasaran yang bernama Ahmad itu
akan menuruni tangga secara perlahan (dengan nada menakuti)
Ramzi : (Sambil menjitak kepala Mahrus) Makanya, kita harus
menangkap pelaku yang membuat kejadian ini seolah-olah perbuatan hantu.
Mahrus : Aduhhh…..(sambil memegang kepala karena sakit)
Lutfi : Vicky maaf ya,,,Aku mau pulang!!!
Okky : Aku juga………….
Rif;an : aku juga mau pulang ,,, aku tidak konsentrasi
melukis kalau ada kalian..
Ramzi : Ohhhh… menyebalkan sekali, kita juga pulang…..
(tiba-tiba jarum bius Mahrus yang menancap dileher ramzi membuat dia jatuh
kelantai tidak sadarkan diri.
Vicky : Ramzii,, sudah datang ya ?? yang biasa.
Nurul : Yang biasa
Vicky : Ramzi juga suka seperti ayahnya, dia jadi begini
kalau memecahkan kasus.
Nurul : Tidak. Jatuhnya tadi tidak wajaar..biar kuperiksa.
( Mahrus yang sebenarnya merupakan detektif, membius ramzi
untuk mengungkap trik-trik kejahatan namun karena dia tidak mau rahasianya
menjadi detektif terbongkar, dia pun membius ramzi agar seolah-olah ramzilah
yang memecahkan kejahatan)
Mahrus : Jangan sentuh !!! ( menggerakkan tangan ramzi yang
tidak sadarkan diri.
Nurul : Eh!!!
Mahrus : Sebentar lagi pertunjukan analisis Jaja detektif
ramzi akan dimulai.
Vicky : sudah kuduga………….
Mahrus : ya.. aku sudah tahu pelakunya . sebab triknya
sangat mudah..
Nurul : Mudah?? Jadi kamu sudah tahu siapa pelaku dari semua
ini ???
Mahrus : Ya ,,,, kertas kertas itu karena dibingungkan oleh
kertas yang tidak basah itu, kita lupa satu hal. Bahwa walaupun meja dan kursi
itu dingkut ditengah hujan, hujan akan menghapus jejak kaki waktu itu. Hujan
waktu itu mendadak tapi deraskan!!
Vicky : memang kalau hujannya sederas itu jejak kaki mungkin
akan hilang. Tapi mestinya kertas diatas meja juga basahkan.!!!
Mahrus : Kalau kamu tidak mau basah ketika hujan , apa yang kamu lakukan Vick ???
Mahrus : Kalau kamu tidak mau basah ketika hujan , apa yang kamu lakukan Vick ???
Mahrus : Ya,,, sipelaku menutupinya agar kertas diatas meja
itu tidak basah karena hujan dengan payung yang dipasangi tali yang panjang !!
Kalau setelah hujan reda, tali itu ditari sehingga payaung masuk kedalam gedung
sekolah.. Kertas yang kering dapat dimunculkan tanpa ada jejak kaki.
Vicky : Jadi pelaku dari semua ini……..
Mahrus : ya,,, benar pemilik payung dengan air yang merembes
keluar dari ujung payung. Mahrus,,, kau lah orangnya.
Lutfi : jadi kepala sekolah yang kulihat ditaman tengah
itu????
Okky : Heiii… masa aku dituduh sebagai pelaku Cuma karena
payungku basah ? payungku basah karena tadi aku cuci karena kotor sekali. Lagi pula kalau triknya begitu, Rif’an dan
Lutfi juga bisa melakukannya.
Mahrus : Tidak… Kaulah pelakunya. Karena kalau kau pelakunya, kejadian semua
ini bisa dijelaskan termasuk fenomena roh perpustakaan dendam, tangga kutukan
dan kejadian gudang peralatan olahraga itu.
Okky : Ya, Ahmad meninggal bukan karena kecelakaan. Selagi
aku dirawat dirumah sakit Ahmad dijahili dan dibunuh!!!
Rif’an : Bukan,,, Ahmad jatuh dari tangga karena dijahili
tapi karena salahku..
Mahrus : Apa….
Rif’an : Dia jatuh karena menahan badanku yang akan jatuh
dari tangga..
Okky : Jadi, dia tidak pernah dijahili dan tidak dendam pada
seseorang.
Rif’an : Ya,, Kalau pun ada yang dibencinya pasti aku… aku
yang merencanakan ide iseng itu.
Nurul : tidak, kurasa dia tidak dendam. … sebenarnya aku
dokter yang pertama dipanggil kelokasi kejadian waktu diaberbisik perlahan
padaku “ Mungkin Guru akan tekejut melihat
kuterbaring disini
Mahrus : Huh,, memang gayanya….(Akhirnya setelah kasus hantu
tersebut terungkap, Ramzi, Mahrus,Vicky , dan Nurul bergegas pulang kerumah)


No comments:
Post a Comment