Sunday, 14 August 2016

Sungguh hujan yang indah

dibalik kaca jendela, aku melihat langit menangis. daun daun basah dan gemericiknya embun berbaur dengan hujan. lama sekali hujan tak membasahi bumi. terakhir kali aku melihatnya saat aku dan kamu terjebak hujan dijalanan tua. kamu menadahkan tangan pada tiap tetes hujan yang terjatuh, lalu kamu tersenyum padaku, dan berkata " kamu tau gak rico.......sejak kecil aku sangat menyukai hujan, karna kemana pun hujan menjatuhkan tetesannya, dia pasti kembali ". hah, sungguh nostalgia yang indah.

pagi ini, aku masih memandang langit, perlahan ku buka jendelaku dan membiarkan udara basah memasuki rumah. berharap kesejukan hujan merasuk pada hati yang patah, mengikis kefasikan dan kehampaanku. hujan kali ini mengajarkanku suatu hal, yang mungkin, tak kan ku dapatkan dibangku perkulihan. bawasanya hidup itu ada masanya. terkadang cerah, terkadang mendung, terkadang panas dan terkadang menagis, seperti apapun masanya, hidup yang baik adalah ketika hidupmu bermanfaat bagi orang lain. seperti hanya, matahari yang memberikan kehidupan, seperti hanya awan yang memberikan keteduhan, seperti hanya bumi yang memberikan tempat dan seperti hanya hujan yang memberikan kedamaian. mereka saling terhubung satu sama lain, 

aku tak sadar .....tlah melewati banyak waktu  untuk melihat hujan, sampai ponselku berbunyipun aku tak menyadarinya. sudah 3 Jaman aku tak bergeming dibalik jendela, ada magnet tersendiri yang membuatku enggan pergi. saat ku tengong ponselku, waktu sudah mengarah tepat diangka 10, waw....aku seperti sosok manusia yang bertopang dagu penuh harap dibalik jendela, menanti hujan yang tak berkesudahan. " oh tuhan, terima kasih atas nikmat yang kau berikan padaku kali ini. sudah 21 tahun aku masih engkau izinkan bernafas, dan aku masih engkau izinkan untuk beryukur padamu . sungguh hujan yang indah". 

No comments:

Post a Comment

 

@Copyright2015 Design By Bang Ocir