Wednesday, 4 May 2016

Gerimis Senja

             Sejak duduk dibangku SMA aku sudah memunyai sisi lain yang mampu membuat wanita bertekuk lutut dihadapanku, bahkan menjadi salah satu laki laki yang layak direbutkan disekolah ku dulu. Kini aku tlah duduk dibangku kuliahan, tidak jauh berbeda saat aku SMA, ditingkat pendidikan tertinggi ini, aku masih saja menjadi objek idaman wanita wanita dikampusku. Hari hariku penuh selfie dengan wanita, BBMku penuh chat godaan, Instagramku penuh likes saat aku mengapload foto foto pribadiku. Menurutku hal itu adalah hal yang biasa. Suatu kelebihan yang diberikan tuhan untuk aku sikapi sebaik mungkin. 

                dulu, aku suka sekali berpetualang dari cinta yang satu ke cinta yang lainnya. Pacaran dan putus adalah hal yang biasa bagiku. Sekarang, aku bukanlah sosok pribadi yang ingin menjalin cinta hanya karna “ kamu cantik “ , “ kamu seksi “, dan “ kamu kaya “. Sosokku yang sekarang sangatlah berbeda. Aku tak memperdulikan siapapun yang mengejarku. Karna aku ingin mengartikan cinta lebih dari kata “ I love you “ . bukan seperti romeo dan juliet, tapi seperti aku dan kamu. Sosok buram yang tlah disiapkan tuhan untukku.  Ehm...mungkin ini adalah mimpi yang konyol, tapi bagaimana lagi. ini adalah mimpiku, mimpi dari seorang Rico Dwi Sandi. 

                Pagi ini, aku bertemu sosok buram itu. Namanya Lina. Mahasiswi akutansi yang pernah sekelompok denganku saat OSPEK dulu. Saat pertama kali bertemu dengannya, mataku tak luput dari kontak matanya. kilau matanya, mengalahkan hatiku. Pagi ini, aku ingin mencurahkan perasaanku yang terpendam sejak OSPEK dulu. Dikursi taman alun alun malang. Aku mulai bersyair.
Rico : “ lina, saat aku bertemu denganmu dulu, Saat itu aku sudah jatuh cinta padamu, entah kamu sadari atau tidak, inilah perasaanku lina. Saat itu hatiku selalu bertanya “ bisakah aku mencintaimu? “ ya, “ bahkan aku sangat mencintaimu lina“. Setiap malam, aku selalu bertanya pada hatiku “ apakah aku mencintai seseorang “, ya, kamu mencintai lina. “apakah aku merasakan kehadiran cinta sejatiku “, ya.. kamu merasakannya, bahkan lebih dekat dari hatimu. Kamu selalu memujanya. Dia yang namanya selalu kamu sebut tanpa kamu sadari “ Lina...Lina....Lina..... “. “ apakah dia adalah orang selalu ada dalam hidupku “ ya, dia selalu ada. Bahkan ketika kamu terlelap. Dia selalu ada. Bahkan ketika kamu bahagia. Dia selalu ada. Bahkan ketika kamu menangis. Dia selalu ada dalam hidupmu. Bagaimana mungkin aku bisa menghadapi segala jawaban yang selalu mengarah padamu Lina ? bagaimana mungkin ? bahkan aku selalu menyakinkan diriku, ketika hati mulai bertanya “ apakah dia sosok yang mau menemanimu ketika suka duka ? ya, aku jawab iya. Tanpa alasan sekalipun. “ apakah dia mau menerimamu apa adanya ? “. Ya, aku jawab iya. Tanpa ragu sekalupun lina. Aku berharap, kamu mau mengerti, betapa aku mencintaimu. I love you, I love you, I love you very very much lina.
Lina : “ apakah kamu sebegitu cintanya denganku, rico  ? “
Rico: “ ya, bahkan setiap waktu lina. Kamu bisa menganggap ini cinta atau kegilaanku, tapi ingatlah satu hal. Tidak ada pecinta sekalipun yang mampu mengambil jalan seperti ini. “
Lina : “ hem....gimana ya rico......aku sudah mencintai seseorang “
Rico : “ hehehehe...tidak apa apa lina....bukankah cinta tak harus memiliki...setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku. “
Lina : “ udah gitu aja....kamu gak mau nanya, siapa orangnya gitu ? “
Rico : “ hah ( menghelak nafas ) , walaupun aku penasaran siapa orang yang berhasil merebut hatimu, tapi aku tak ingin terlalu tau akan hal itu, biarlah waktu yang memberi tahuku lina“
Lina : “ orang itu kamu rico, kamu.....”
Rico : “ apa...? kamu bisa ulang lagi lina ? “
Lina : “ katanya gak mau tahu hahahahaha, yaudah aku ulang lagi tapi dengerin ya ? “
Ric0 : “ siap lina “
Lina : “ orang itu kamu rico, cuman kamu......kamu yang aku cintai saat ini “

                Sejak saat itu aku dan lina resmi berpacaran. Aku dengan kesibukanku sebagai mahasiswa aktif organisasi, dan dia dengan kesibukannya. Kita saling percaya antara satu sama lain. Kita selalu berbagi kisah ketika hal hal lucu datang dan hinggap dalam kesibukan kita masing masing, kita saling berbagi rindu meski dalam via sms atau media sosial lainnya. Kita merahasiakan hubungan ini dengan yang lainnya. Hanya satu orang yang tau, dia adalah sahabat karibnya lina. Cintya. Aku tidak terlalu kenal dengan sahabat karibnya itu, tapi hatiku berkata “ dia orang yang baik “. 


Mungkin kamu akan bertanya bagaimana seorang seperti ku bisa mencintai lina... aku  akan menjawabnya melalu kisah singkat dimasa lalu........


                Berawal dari Masa OSPEK disebuah Perguruan Tinggi ternama dikota malang, Aku dan lina memulai komunikasi ini, komunikasi awal yang jelas tersimpan dalam ingatanku adalah saat dia meminta tolong padaku untuk membantunya mengurus perlengkapan OSPEK Kelompoknya. Dengan begitu manja ia berkata “ rico tolong aku, aku takut kalau aku tak mampu menyelasaikan ini, aku takut jika karna aku mereka dihukum esoknya. Aku mohon.....” pada awalnya, aku ingin sekali mengacukannya karna aku juga masih memunyai tanggung jawab tersendiri yang belum aku selesaikan, tapi laki laki mana yang sanggup melihat kontak matanya yang begitu manja dan indah. Aku pun menganggukkan kepalaku dan berkata “ baiklah lin, apa boleh buat. Aku tak bisa menolaknya “. 



                Akhirnya akupun membantunya, semalaman suntuk aku mempersiapkan semuanya sebaik mungkin, aku sepenuhnya tak mengerti mengapa aku tidak bisa menolaknya saat itu. Tubuh ini bergerak begitu saja. Orang bilang hal seperti ini adalah cinta pada pandangan pertama, mungkin. Hanya orang bodoh sepertikulah yang tidak menyadarinya.

Esok harinya, ia menungguku dihalaman kampus. Dipagi buta itu aku melihatnya benar benar sangat berharap padaku. saat aku datang, dia tersenyum. Lalu merapikan  dasiku yang agak miring, dan berkata “ terima kasih rico “. Entah mengapa, Ada keanehan yang kurasa saat ia tersenyum padaku, keanehan yang membuatku seolah olah nyaman ada didekatnya.  Sejak saat itu komunikasi aku dan lina semakin dekat. Bahkan 3 hari masa OSPEK, aku selalu memperhatikannya. Aku tidak perduli dengan sekelilingku, aku ingin kenyamanan ini berlangsung begitu lama.


Saat ini, sudah 3 bulan aku berpacaran dengan Lina. Wanita cantik yang tlah khilaf memilih laki laki sepertiku. hingga suatu hari, aku harus merelakan dia pergi dari kenyamanan yang  terlanjur aku rasakan saat bersamanya. Cinta ku dan dia terpaksa berakhir karna kebodohanku. Aku sangat bodoh, membiarkan hasrat ku bermain api dibelakangnya. Berawal dari sebuah taruhan, kisah cintaku hancur seketika. Mungkin semua orang kan menyalahkan ku, tapi aku sadar akan semua itu. Cinta ini semakin rumit.  Tidak sedikit pun aku benar benar mencintai wanda, wanita cantik  yang dikabarkan dekat denganku. Memang benar, aku dekat denganya, tapi itu karna sebuah taruhan. Bukan karna aku mencintai wanda. Dalam hatiku, aku hanya mencintai lina. Didekatnya, aku merasa dia selalu ada setiap detik, setiap menit, sepanjang waktu. Hatiku hanya mencarinya.  Bukan wanita lain.  Saat itu aku berusaha keras untuk membujuknya kembali padaku. tapi aku selalu gagal menggapainya kembali. Jalankan berbicara denganku, melihatku pun dia seolah muak akan sikapku yang terlihat bajingan didepannya. Kata yang tak mampu kuangkapkan hanya mampu aku tulis dalam sebuah kertas putih, berharap dia akan membacanya.
 
 
 Bersambung......... 
Ditulis oleh Jare Bang Ocir

No comments:

Post a Comment

 

@Copyright2015 Design By Bang Ocir