“wahai kekasihku,
dimana pun kamu ada sekarang. Tak pernah setengah hati aku mencintaimu. Tak
pernah aku berniat untuk beranjak pergi dari sisi takdir yang masih buram. aku
percaya, suatu hari nanti kamu akan datang dari sudut pintu yang tak mampu aku
terka. Wahai jiwa yang ku rindukan, dimana pun kamu ada sekarang. Tak pernah
aku berharap pada bintang-bintang untuk menggantikan cahaya malamku, aku
percaya satu satunya cahaya yang mampu menerangi malamku, hanyalah kamu. Kamu
tak kan pernah terganti,meski bintang dan bulan berusaha merebut perhatianku. Wahai
mimpi kecilku, dimana pun kamu ada sekarang. Aku yakin, tuhan tlah menggariskan
hubungan emosional kita, dia membiarkan kita untuk saling menemukan satu sama
lain, hingga hari esok. Hari dimana penantian itu berakhir. Tuhan akan
memberiku tanda, dan hatiku berkata “ kamulah orangnya “. Wahai baju yang kelak
menutup auratku, kamu bagaikan benang jahit yang hilang. Yang membuat tenunanku
berhenti sementara. Aku selalu mencarimu. ketika aku bermimpi, ketika aku
berdoa dan bahkan ketika aku melamun, aku mencarimu disana. Disudut sempit yang
bahkan aku tak tau lamunan itu mengarah kemana. Aku selalu percaya, kamu akan
kutemukan suatu hari nanti. “
- Jare Bang Ocir

No comments:
Post a Comment