Ketahuilah, wahai
saudara saudaraku……Saya menangis, setelah melihat Negaraku sekarang yang bobrok
tergerus oleh zaman. Saya malu kepada Soekarno, setelah melihat pemuda pemudi
yang ia banggakan dahulu, bermental mlempem, loyo dan tak bermoral. Apakah ini
yang disebut mampu mengguncang dunia ? saya rasa tidak, pemuda mana yang
membiarkan negaranya dijajah oleh penipuan, nepotisme, kolusi dan korupsi ?
pemuda mana yang membiarkan negaranya diselimuti oleh deskriminasi Agama, pemerkosaan
Akhlak dan pembunuhan Karakter. Saya malu pada para
pejuang pejuang bangsa yang mangkat,
yang mati matian memperjuangkan bangsa hanya untuk melihat generasinya MERDEKA.
Akan tetapi. sangat menyanyat hati,
ketika genarainya tak perduli akan sejarah bangsanya……apakah ini yang disebut
bangsa yang besar ? saya rasa tidak.
Wahai saudara
saudaraku, bung karno pernah berkata “ bilamana
bangsa itu tidak bertekad menumpas segala yang negative dan mengembangkan
segala yang positif dimasa silamnya, maka bangsa itu tidak akan mungkin
membina, membimbing, dan membangun masa depannya “. Ketika elit elit Atas Lupa,
, mengapa kita sebagai generasi
selanjutnya ikut lupa ? apakah begitu mudahnya kita menerima sebagai bangsa
yang mengekor pada bangsa yang lain ? KITA BUKAN BANGSA TEMPE , KITA SUDAH
MERDEKA KURANG LEBIH 7O TAHUN, KITA MERDEKA BUKAN KARNA EMBEL EMBEL HADIAH DARI
NEGARA PENJAJAH, KITA MERDEKA KARNA SEMANGAT PEMUDA KITA YANG MEMBARA. TAPI
DIMANA KAH SEMANGAT ITU SEKARANG ? APAKAH PERLU KITA DIJAJAH KEMBALI, UNTUK
BERKUMPUL MENYATUKAN TEKAD, PERBEDAAN, DAN RASA PERSAUDARAAN KITA ? Saya rasa
tidak. Demi kebangkitan nasional, AYO BANGKIT…...BANGKIT….BANGKIT DAN
BERJUANG….WAHAI PEMUDA –PEMUDI INDONESIA. SAUDARA SAUDARAKU SEPERJUANGAN,
SENASIB DAN SEGENERASI.
Sesungguhnya, Dalam
agamaku, Tuhan Berfirman “ Tuhan tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu
sendiri tidak merubahnya “. Jika tidak
sekarang, lalu kapan lagi ? apakah kita harus menunggu……sampai bangsa ini benar
benar hancur…..saya rasa tidak. Apakah mata kita benar benar buta, apakah telinga
kita benar benar tuli, akan jeritan jeritan leluhur kita. “ ini bukan lah
bangsa kita lagi NAK, bangsa kita yang
dulu adalah bangsa yang hebat. Dimana perbedaan mampu dipersatukan dengan
semangat gotong royong, rasa senasib dan rasa persaudaraan, akan tetapi,
lihatlah bangsa kita yang sekarang NAK?
kita bukan lagi bangsa yang hebat, kita hanya jongos jongos asing di tanah
kelahiran kita “.
Wahai Saudara
Saudaraku, buka mata kalian, buka telinga kalian. Mungkin benar kita bisa
berfoya foya, menikmati masa muda kita tanpa kotribusi dan sumbangsih pada bangsa ini. Akan tetapi,
apakah kita rela, menjual anak cucu kita nanti untuk diperbudak bangsa asing
dengan sebekal gadget dimasa sekarang ? saya rasa tidak. Demi kebangkitan
nasional. Tolong dengarkan saya, dengan segala hormat” AYO
BANGKIT….BANGKIT……BANGKIT…….DAN BERJUANG…..AYO KITA BUKTIKAN….bahwa kita mampu
merubah masa depan suram anak cucu kita nanti, menjadi masa depan yang cerah,
masa depan yang penuh harapan dan masa depan yang indah. sampai suatu hari
nanti, ketika kita sudah MANGKAT, BERBAUR DENGAN TANAH dan bertemu dengan
leluhur kita disurga. Ketika leluhur kita bertanya “ seperti apakah bangsaku
yang aku tinggalkan padamu nak ? “. Kita dengan bangga menjawab “ bangsa ku yang sekarang lebih hebat dari pada
bangsamu yang dulu nek .” . SEmoga……….

No comments:
Post a Comment