![]() |
| Pengarang : Bang Ocir |
Apakah
aku bisa melihat ? bagiku, semua terasa gelap.
Aku hanya mampu merasakan kehangatan matahari yang merasuk kedalam pori
pori kulitku dipagi hari, tapi untuk melihatnya ? aku tak mampu. Kata ibu “
matahari sangatlah indah, ketika senja orange membias di langit “. Entah itu
benar atau tidak. Tapi suatu hari nanti, ketika tuhan memberiku kesempatan
untuk melihat dunia, tidak akan kulewatkan senja orange itu.
Sejak
kecil, aku dilahirkan dalam kegelapan. Ayah dan ibuku meninggal saat aku
tertidur, mereka dibunuh oleh seseorang pemabuk jalanan, seseorang itu merampas
segalannya dariku. Merampok apapun yang aku miliki. Ayahku, ibuku dan harta
kedua orang tua ku. Seketika lenyap dan
hilang.
Aku
bisa apa ? meskipun aku terbangun saat seseorang itu merampas nyawa ibu dan
ayahku, aku tak mampu melihat segalannya. Aku hanya mendengar suara teriakan
ibuku yang menjerit saat melihat ayahku mati didepannya, sebelum teriakan itu
hilang untuk selamannya. Seseorang itu, setelah merampas semua milikku, dia
membakar rumahku, untuk menghilangkan jejaknya. Naasnya, tuhan membiarkanku
hidup saat semua tinggal debu. Aku heran
mengapa tuhan membiarkan aku hidup, apakah hidupku akan berguna ? tidak tuhan,
mata ini telah membutakan semuannya. Apakah aku bisa menjadi saksi ? tidak
tuhan, karna mata ini, aku tak melihat kebiadaban itu. Percuma aku hidup, jika
kehidupan ini hanya ada luka, sakit dan tangis.
Dunia
ini bagiku hanya gelap ketika usiaku menginjak 25 tahun, aku merasakan ini
bukanlah duniaku lagi. dunia ini banyak
manusia manusia sombong yang angkuh. Mereka menutup mata saat melihat gadis
buta sepertiku tidur dijalananan, beralaskan tanah dan berselimutkan langit,
tapi ada sedikit pula manusia manusia yang baik hati memberiku sekoin mata uang
ketika aku terduduk dipagi hari, membawa kotak kardus yang bertuliskan “ jika aku bisa melihat seperti kalian, aku
ingin melihat cahaya pagi yang tidak pernah kalian syukuri, aku ingin menikmati
senja orange disore hari sampai matahari tenggelam, sampai kita sama sama
merasakan sebuah arti kegelapan “.
Bersyukurlah
wahai kamu gadis gadis manja yang terlahir sempurna, hidup dengan kedua mata
yang sehat, dikelilingi oleh kasih sayang orang tua, diberkahi kehidupan yang
menyenangkan oleh tuhan. Bersyukurlah,
sebelum kamu kehilangan segalannya. Itulah setidaknya yang mampu aku
sampaikan kepada kalian yang membaca ini, karna waktu itu, saat aku sedang
membawa kardus hidupku, ada seseorang bagian dari gadis manja seperti kalian. Memberiku
segenggam krikil.
“
nyonya.....walaupun mata ini buta, alam ini mengajarkan ku tentang keburukan
seseorang, aku tau kamu mau menaruh krikil ke kardus hidupku, bukan ? “
– ujarku saat gadis manja itu akan memasukkan krikilnya dikardusku.
“
cuih ( dia meludahiku ) kamu sok sokan pakek alam segala lagi. bilang saja kamu
bisa melihat !!! sudah beberapa orang yang kamu tipu dan kamu bodohi dengan
wajah melasmu itu. orang sepertimu seharusnya ( dia melemparkan krikilnya ke
arah wajahku ) rasakan itu....” – ujarnya sembari
meninggalkanku
Tidak
banyak, gadis gadis manja seperti dia, hadir dalam hidupku. Namun, hanya dialah
yang melemparku dengan krikil pertama kali. Bahkan krikilnya aku simpan
dikantong bajuku untuk mengenang kejadian buruk itu. Saat aku meratapi kejadian
itu di surga kenangan, tempat ku biasa bersandar mendengar jatuhnya air yang
gemericik, menikmati dinginnya dan kesejukannya. Datanglah seseorang yang tak
kukenal. Dia memotretku ditengah gemericik air terjun, suara jepretannya.
Membuatku takut, aku takut dia bermaksud jahat padaku. ketakutanku mengalahkan nyaliku, ku berlari.
Ku keraskan lariku meskipun aku buta, sampai aku terjatuh, dia mengejarku.
“
hei kenapa kamu lari sih “ – Ujarnya sambil
mendekat
“
jangan mendekat.....stop disitu, kamu mau bermaksud jahat kan padaku ?
– ujarku sambil ketakutan
“
bermaksud jahat ? masak tampang seganteng aku bermaksud jahat sih “ –
jawabnya seolah menekankan dia bukan orang jahat.
“
boong. Terus ngapain kamu foto foto aku ?” - tanyaku padanya
“
kamu ini konyol ya, masak orang foto aja dibilang orang jahat....aku foto kamu
itu karna aku melihat ada bidadari sedang merindukan kebahagiaan hahahaha “
– jawabnya sambil mendekat
“
jangan mendekat ( ku ambil sepotong rating kayu yang kuarahkan kedepan wajahnya
) atau ? -
tegas ku
“
atau apa ? ( dia berlari mendekapku, mengambil sepotong rating kayu yang aku
pegang ), hei.......kamu buta ? “ – tanyanya padaku
sembari melepaskan dekapanku.
“
iya kenapa ? kamu mau perkosaku ? ( kulepas pakaianku yang menempel di tubuh
ini ) ayo perkosa aku.....kalo bisa bunuh aku sekalian, ayo !!!! “
– aku menantangnya
“
heeemmmm, ( dia mengambil sehelai pakaianku yang disemak semak rerumputkan dan
menutupi tubuh ku lagi ) jagalah auratmu nyonya, setidaknya saat ini itulah yang
berharga dalam hidupmu. “ – ujarnya sembari
meninggalkanku dan membuatku diam.
Sebelum
dia meninggalkanku, dia membalikkan badan dan bertanya “ oh ya, namamu siapa ? “
– tanyanya saat membalikan badan
“
hem....masih diam ya, yaudah kalo gitu. Jika kita bertemu lagi. panggil saja
namaku Aldo, ingat suaraku ya hehhehe “ – ujarnya
sembari membalikan badannya dan meninggalkanku
Saat
dia sudah jauh, aku tersenyum. “ namaku sharma “ – ujarku kala itu.
Ku.
sejak
saat itu, aku merasa aneh. Sering senyum senyum sendiri, kadang merasa hina
saat aku pasrah menyugguhkan auratku, menyuruhnya memperkosakaku dan
membunuhku “ akh aku ini kenapa sih,
hiiiiiissss “ ujarku saat
meratapinya. Entah kenapa aku berharap sekali bertemu dengannya lagi.
Satu
tahun berlalu, masih seperti biasanya. dipagi hari. Aku tetap membawa kardus
hidupku. Di hangatnya mentari, ku mengemis lagi. saat pertama kali duduk
ditempat biasanya aku mengemis, ada seseorang yang mengambil tanganku dan
memberiku uang kertas. Pikiranku saat itu kacau. Ada pengemis wanita bilang
kepadaku “ kalau ada orang yang mengambil tanganmu, dan memberikanmu uang kertas
yang banyak, itu tandanya dia tertarik padamu “. Benar saja, kertas
yang ditaruhnya ditelapak tanganku sebelum aku genggam terasa banyak. Tidak
tinggal diam, Aku langsung memukulnya.
“
aaaaaaaaaaaaaawwwww “
–
teriaknya saat aku pukul
“
hey....denger ya tuan, meskipun aku buta, meskipun aku mengharap uang receh
dari orang orang, tapi aku tidak sehina itu “ - marahku padanya
“
hiiiis......kamu gak pernah berubah ya, apa kamu kalo ketemu orang selalu kayak
gini, dasar konyol !!! “ - suara orang itu
seperti aku kenali.
“
kamu......kamu aldo “ – ujarku sembari tersenyum dalam
hati
“
iya aku aldo, emangnya siapa lagi yang punya suara sebagus ini “
– sinisnya
“
ngapain kamu kesini ? okh jadi kamu ya yang sering ngelecehin pengemis wanita
didaerah sini, dengan iming iming uang “ – tanya ku
sambil melempar kardus hidupku ke arahnya
“
aaaaaaaaawwwww, kenapa sih kamu selalu bersangka buruk pada ku. Aku kesini
cuman pengen ngasih uang ini “ – jawabnya saat itu
sambil mengulurkan tangannya yang sedang menggenggam uang ke arahku
“
apa ngasih uang ( ku pukul tangannya sampai uang itu berterbangan ), meskipun
aku pengemis...aku juga punya harga diri. Lebih baik aku hidup dengan sekoin
receh, dari pada aku dikasihani orang sepertimu “
– Ujarku padanya.
“
kriyuuuuuuuk.......kriyyyyyyuuuuuk.....kriyyyuuuuk “
– tiba tiba perutku keroncongan
“
aaaaaakkkkkkh, kamu ini udah buta songong ya ? aku kesini ngasih uangmu. Uang
hasil penjualan fotomu fotomu satu tahun yang lalu. Wes jangan banyak ngomong. Sekarang terima uang
ini ( sambil menaruh uang itu di kardus hidupku ), dan ayok ikut aku ? perutmu
udah keroncongan kan ? akan kutunjukin warung kesukaanku “
– ujarnya sambil menggeretku kemobilnya
“
stoooooooop........” – ujarku sembari memberhentikan
langkahku
“
ada apa lagi......kamu berfikiran buruk lagi, kamu mau bilang aku orang jahat
lagi ? “ – sinisnya
“
bukan itu...ehmmmm.....apakah kamu gak malu ngajak aku makan, aku kan pengemis
?” – tanyaku padanya
“
malu kepada siapa sih, hey....aku, kamu, dan orang orang lainnya disini sama derajatnya dimata tuhan. Kenapa aku
harus malu sih , udah ayo ? “ – ujarnya sambil
menggeretku lagi.
“
stoooooooooooop......... “ – ujarku sembari
memberhentikan langkahku lagi.
“
akkkh,ada apa lagi....kamu gak percaya lagi ? sudah ku (sebelum
dia berhenti berbicara ku ulurkan tanganku ) ini.........? – bingungnya
“
aku sharma.......hehehehhehehhe “ – ucapku saat dia
dalam kebingungan
“
yooooos....akhirnya kamu mau nyebutin namamu ( senangnya ) , udah ayo? “–
ujarnya sambil menggeretku lagi.
““
stoooooooop........” – ujarku sembari memberhentikan
langkahku lagi.
“
aaaakkkh,ada apa lagi sih? “ – tanyanya padaku.
Seketika
ku kecup pipinya. Dia tetap diam disana, memegangi pipinya, seperti orang aneh.
agak lama ku tunggu dia melamun sejenak ditempat yang sama, dia tak kunjung
beranjak.
“
hey aldo...ayo jadi makan nggak ? “
–
tanyaku padanya
Tiba
tiba...... “ kriyyyuuuuuk.....kriyuuuuuuuk......kriyuuuuk “ – suara perut aldo keroncongan.
“
oy ya jadi jadi.....ayo “
– ujarnya
Hah,
hari ini adalah hari yang membahagiakan bagiku, aku dan aldo makan bersama. Dia
mengajak ku ke masakan padang, katanya dia suka kesini. Karna setiap kali dia
kesini, dia selalu mengingat kampung halamannya. Dia juga bercerita banyak hal.
Tentang ayahnya yang pemabuk, tentang ibunya yang penyabar, dan tentang adik
wanitanya yang ia sayang sekali. Kita saling bertukar cerita saat itu, hingga
tak terasa, makanan kami sudah habis. Tetapi kami tak menghiraukan semua itu,
kami tetap salim bercerita dan bercanda. Kata aldo saat itu banyak orang yang
melihati kami, seperti merasa aneh melihat pengemis sepertiku ada diwarung yang
cukup menengah keatas ini. Tapi aldo juga berkata padaku “ kamu tau gak, kenapa orang
orang ngelihatin kita, itu karna mereka baru pasangan sempurna ngewarung di
warung ini hahahahhaha “ – guraunya padaku, agar aku tak merasa kurang
percaya diri pada saat itu. Hah, tak terasa disela perbincangan ini. Sipemilik
toko datang menegur kami.
“
maaf mas ? ini warung, bukan tempat tongkrongan “ –
ujar pemilik warung yang menegur kami
“
iya pak saya tau, maaf udah lama disini “ – santunya saat
berbicara dengan pemilik warung itu
“
ya udah gak apa apa, lain kali jangan diulangi lagi ya mas ? lihat tuh, banyak
pelanggan saya yang nunggu antrian duduk untuk makan disini. Ini tagihannya “
– tegasnya
“ hah.........300.000 ribu, yang benar saja
pak...kami hanya makan nasi padang 2 piring dan es teh 2 gelas. Tapi kok bisa
segitu ? “ – kagetnya
“
itu diitung plus duduk kalian yang udah 3 jam disini, dan pengemis ini yang
udah ganggu pelangganku “ – kesalnya
“
tapi aku gak bawa uang segitu pak ? “ – Ujarnya
“
udah do, pake uang ku yang kamu kasih tadi aja. Cukup kan ? “
– ujarku padanya
“
tapi shar ? “ – bingungnya
“
udah gak usah tapi tapian, toh ini juga uang kamu. Kan kamu yang foto aku waktu
itu “
–
jawabku padanya
“
udah kelamaan ( pemilik warung itu langsung mengambil uangku ) udah sana pergi
“ – usir pemilik warung itu kepada kami
Kami
pun pergi meninggalkan warung itu, saat itu. Tepat pukul 16.00 WIB, sudah agak
sore. Kami memutuskan untuk pulang. aldo mengantarkanku ke tempat biasanya aku
mengemis. Yah beginilah, nasib wanita yang gak punya apa apa ? rumahnya hanya
beratap langit dan beralaskan bumi. Setelah mengantarku dan berpamitan, aldo
menyegerakan pulang. satu jam kemudian. Aldo kembali lagi. entah mengapa dia
kembali lagi, dia mendekatiku.
“
hei.....sharma.....” – sapanya padaku
“
aldo...kamu kesini lagi, ngapain kamu kesini ? “
– tanyaku padanya
“
aku mau ngembaliin uangmu hehehehhehe “ – jawabnya
“
uang...udah gak usah aja, itu kan uangmu juga “
– jelasku padanya
“
bagaimana pun juga ini hasil fotomu sharma, ini adalah uangmu. Ini uangmu ku
taruh dikardus mu lagi hehehehe “ – ujarnya sembari
meninggalkanku.
“
dasar orang aneh hahahahahhahahaha “ – ujarku saat dia
sudah pergi
#FlashBack
“Pak......aku
mau uang cewe itu kembali ? “ – ucap aldo
“
hei, gak bisa !!! ini udah pas tagihannya “
– jawab pemilik warung itu
“
okh gitu, bapak kenal sharlong kan ? bos geng preman diarea sini ?”
– tanya aldo padanya.
“
iya kenapa, apa hubungannya ? dasar gaje !!!! “
– kata pemilik warung itu
“
bapak kenal nimcah kan ? “- tanya aldo padanya sekali lagi
“
hei.....hei...kalo kamu nanyain orang yang gak penting mending kamu pergi aja,
ganggu waktuku aja “ – jawab pemilik warung itu
“
bapak gak mau, warung ini kebakar dalam semalam kan, dengan tubuh bapak
dipotong potong, matanya ditumis, dan tubuhnya dibakar “
– ujar aldo pada pemilik warung itu
“
kamu...kamu siapa hah ? “ – tanya songong
pemilik warung itu
“
aku aldo, anak dari sharlong dan keponakan dari nimcah “
– jawabnya
“
hah, anaknya ? keponakannya ?, hehehehhe
nak aldo mau uangnya kembali kan, ini nak uangnya “
– ucapnya yang tiba tiba halus
“
gak mau ? besok keluarga bapak tinggal tunggu kematian bapak saja secara tak
wajar...hahahha “ – sinis aldo
“
jangan nak, anak saya masih SD, saya gak tega ninggalin mereka. Ini nak kalo
uangnya ingin kembali, ambil saja nak, apa uangnya kurang ? ini nak bapak
tambahin lagi. asal jangan bakar warung ini dan bunuh saya nak ?i –
takutnya pada aldo
“
ok ok...baik baik, aku mau uang ini kembali, tapi dengan satu syarat ? “
– pintanya aldo
“
iya iya nak...apa nak ? “ – pinta nya sipemilik
warung itu kepada aldo dengan nada takut
“
aku mau terima uang ini, asalkan aku boleh nyuciin piring bapak. Heehhehe, aku
gak kayak ayahku kali pak. Tapi kalo gak mau yaudah “
– tegas aldo
“
mau mau nak....ini uangnya cewe itu, sekarang nak aldo bisa nyuci sesukannya.
Yang penting toko bapak jangan dibakar “ – ucap halusnya
pada aldo
#MuveOn
Hari demi hari terlewati, akhir akhir ini aku dan aldo
sering jalan bersama. Sampai tumbuh
benih benih cinta diantara kami, aldo yang sering mengajakku jalan itu,
sekarang mengajakku kerumahnya. Saat itu keadaan agak sepi.
“ loh do, kok sepi rumahmu “ –
tanyanya
“ iya adheku lagi les piano, palingan 15
menit lagi pulang. ibuku lagi arisan di
rumah temennya, sedangkan ayah. Ah sudahlah gak penting. Sekarang kamu duduk,
aku mau kedapur mau bikin minum. Mau teh atau juice ? – tanyanya padaku
“ emh air putih aja “ – jawabku
“ pertanyaanku kan cuman 2, bukan 3 sharma.
Aneh, yaudah tak buatin juice aja. Ok “ – sindirnya padaku
“
yaudah terserah kamu aja do, yang penting minuman, bukan racun hahahahha “
– sindir balikku padanya.
Dalam
tungguku menunggu adlo membuat minuman, tiba tiba bel berbunyi. Dan ada
seseorang yang masuk.
“
Kakak ? aku pulang “ – ujar seseorang itu.
“
suara ini kayak aku kenal tapi siapa ya? “
– ujarku dalam hati
“
hei kamu....ngapain dirumahku “ – seseorang itu
membentakku
“
aku temannya aldo, kamu ? “
– tanyaku sembari mengingat suara itu, yah benar suara itu aku mengenalinya.
Suara itu milik gadis manja yang melemparku kerikil dulu.
“
akh boong, kamu mau mencuri ya....( dia membawaku kewc dan menyiramku pake air
kran panas ) ini rasakan buat pencuri sepertimu hahahhahahha “
– jahatnya padaku
“
aldo tolong do....tolong panas.....akhhhhhhhhh”- suara
teriakanku
Disudut
yang berbeda aldo mendengarkan teriakanku.
“
sharma “ ujarnya sembari belari kewc
“ sisi..stop sisi “
– tegas aldo
“
kakak “ – sembari melihat kearah aldo
“
hah, kamu ini dari dulu gak pernah berubah ( sambil mengambilkan anduk untuk
mengelap tubuhku yang tersiram kram panas ) sampai kapan kamu meniru sifat
sifat buruk ayah sih. “ – marahnya sembari membawa ku
pergi
Sisipun
meminta maaf kepada kakaknya dan kepadaku, tapi aku yakin sisi hanya terpaksa
meminta maaf kepadaku karna sisi tidak ingin terlihat jelek dimata kakaknya,
saat itu dalam otak ku hanya ingin pulang. aku malas bertemu aldo lagi, aku
kalo bertemu aldo seperti melihat sisi dihadapanku. Hah aku sungguh kapok dekat
dengan aldo. Tapi, sebisa mungkin aku menjauh, aldo selalu mendekatiku.
Sampai
saat itu tiba tiba aldo menculikku, membawaku kesebuah rumah sakit.
“
hei do ini dimana, dan kenapa mataku ditutup “
– tanyaku
“
kamu sedang dirumah sakit, habis ini kamu akan bisa melihat hehehehhe “
– jawabnya
“
maksudnya ? “ – bingungku
“
udah diem aja, kamu bakal bisa melihat habis ini. Hehehe “
– Ujarnya
Lima
jaman aku diruang operasi, dokterpun sudah selesai operasi. Katanya dalam satu
minggu ini, berban dimataku tak boleh dilepas agar tidak terjadi iritasi, dan
diharuskan aku menginap dirumah sakit itu dan banyak istirahat. Aku pun
menginap disana, dengan aldo yang menyuapiku makanan, menungguku, dan
menjagaku.
Setelah
seminggu, perban ini pun dibuka oleh dokter. Awalnya mata ini melihat agak
rabun, lama lama semakin terang dan terang, aku bisa melihat segalannya. Saat
itu kulihat sesosok seseorang yang memegang tanganku itu sejak seminggu yang
lalu. Dan ternyata , orang itu bukanlah aldo. Dia seseorang wanita, dia adalah
sisi.
“
kak sharma , udah baikan ? “ – tanyanya padaku
“
kamu sisi ya, mana aldo si “ – tanyaku pada sisi
“
kak aldo sudah meninggal kak, dia terkena penyakit tumor diotaknya, diakhir
hayatnya dia ingit menyumbangkan matanya untuk kakak “
– jawabnya sembari menangis
“
apa ? ( ku berlari keatap rumah sakit ) hei tuhan....udah beberapa orang baik
yang kau ambil dari hidupku hah....ibuku, ayahku & sekarang aldo. Hahahahhah
kamu sekarang salah kalo aku diam. Aku didepan ciptaanmu yang kata umatmu indah
ini, akan menjadi saksi kejamnya takdirmu. Aku akan bunuh diri. Selamat tinggal
“ – ujarku sambil melompat, tapi tiba tiba ada yang
menarikku lagi.
“
kakak mau bunuh diri, kakak mau menyia nyiakan pengorbanan kak aldo.....jangan
gitu kak, aku yakin kak aldo akan merasa sedih jika kakak melakukan seperti ini
“ – ujar sisi sembari memelukku.
“
aldoooooooooooooooooooooooooooooooooo “ – teriakku dipeluknya
sisi
End.......
Kamu
Bingungkan kok sisi bisa baik gitu sih, ahahaha karna flash backnya belum ada kalik waktu aldo
pulang nganterin Sharma. Penasaran. Ok cekidot
#FlashBack
Sepulang aldo mengantarkan sharma
“
sisi, aku pulang “ – sinis aldo sambil masuk
rumahnya, disana sisi sudah berdiri didepan pintu menunggu kakaknya pulang.
“
kakak, masih marah ya ? “ – ucap sisi sambil
menangis.
“
enggak kakak gak marah, kakak cuman khawatir kalo kakak pergi nanti siapa yang
biasa mengawasimu si “ – ujar aldo
“
kakak jangan bilang gitu kak, lagian kakak buat apa sih belain wanita itu,
palingan dia menipu kakak aja “ – ujar sisi
“
sisi ( ploooooos....bunyi gamparan aldo ) “
– ujar aldo sembari melihat tangan aldo yang sudah menggampar sisi
“
kakak “ – tangis sisi
“
hah, baik baik. ( sambil memeluk sisi )
sekarang kamu mau ngelakuin sesuatu gak buat kakak “
“mau
kak, apa emangnya ? “
“Jagain
kak sharma “
“
lagi lagi cewe itu. Emang dia itu siapa sih kak ?”
“
Dia itu korban ayah yang selamat si, kamu tau kan ayah kalo ngerampok sekeji
apa. Yah awalnya kakak cuman ingin menebus kesalahan ayah, tapi lama lama kakak
jatuh cinta.dia begitu polos sebagai gadis yang
terlahir buta saat kakak pertama kali bertemu dengannya. “ – sambil
ninggalin sisi menuju ke kamarnya.


No comments:
Post a Comment