Thursday, 10 December 2015

Buta dalam derita

Pengarang : Bang Ocir
Apakah aku bisa melihat ? bagiku, semua terasa gelap.  Aku hanya mampu merasakan kehangatan matahari yang merasuk kedalam pori pori kulitku dipagi hari, tapi untuk melihatnya ? aku tak mampu. Kata ibu “ matahari sangatlah indah, ketika senja orange membias di langit “. Entah itu benar atau tidak. Tapi suatu hari nanti, ketika tuhan memberiku kesempatan untuk melihat dunia, tidak akan kulewatkan senja orange itu.

Sejak kecil, aku dilahirkan dalam kegelapan. Ayah dan ibuku meninggal saat aku tertidur, mereka dibunuh oleh seseorang pemabuk jalanan, seseorang itu merampas segalannya dariku. Merampok apapun yang aku miliki. Ayahku, ibuku dan harta kedua orang tua ku.  Seketika lenyap dan hilang.
Aku bisa apa ? meskipun aku terbangun saat seseorang itu merampas nyawa ibu dan ayahku, aku tak mampu melihat segalannya. Aku hanya mendengar suara teriakan ibuku yang menjerit saat melihat ayahku mati didepannya, sebelum teriakan itu hilang untuk selamannya. Seseorang itu, setelah merampas semua milikku, dia membakar rumahku, untuk menghilangkan jejaknya. Naasnya, tuhan membiarkanku hidup saat semua tinggal debu.  Aku heran mengapa tuhan membiarkan aku hidup, apakah hidupku akan berguna ? tidak tuhan, mata ini telah membutakan semuannya. Apakah aku bisa menjadi saksi ? tidak tuhan, karna mata ini, aku tak melihat kebiadaban itu. Percuma aku hidup, jika kehidupan ini hanya ada luka, sakit dan tangis.
Dunia ini bagiku hanya gelap ketika usiaku menginjak 25 tahun, aku merasakan ini bukanlah duniaku lagi.  dunia ini banyak manusia manusia sombong yang angkuh. Mereka menutup mata saat melihat gadis buta sepertiku tidur dijalananan, beralaskan tanah dan berselimutkan langit, tapi ada sedikit pula manusia manusia yang baik hati memberiku sekoin mata uang ketika aku terduduk dipagi hari, membawa kotak kardus yang bertuliskan  “ jika aku bisa melihat seperti kalian, aku ingin melihat cahaya pagi yang tidak pernah kalian syukuri, aku ingin menikmati senja orange disore hari sampai matahari tenggelam, sampai kita sama sama merasakan sebuah arti kegelapan “.
Bersyukurlah wahai kamu gadis gadis manja yang terlahir sempurna, hidup dengan kedua mata yang sehat, dikelilingi oleh kasih sayang orang tua, diberkahi kehidupan yang menyenangkan oleh tuhan. Bersyukurlah, sebelum kamu kehilangan segalannya. Itulah setidaknya yang mampu aku sampaikan kepada kalian yang membaca ini, karna waktu itu, saat aku sedang membawa kardus hidupku, ada seseorang bagian dari gadis manja seperti kalian. Memberiku segenggam krikil.
“ nyonya.....walaupun mata ini buta, alam ini mengajarkan ku tentang keburukan seseorang, aku tau kamu mau menaruh krikil ke kardus hidupku, bukan ? “ – ujarku saat gadis manja itu akan memasukkan krikilnya dikardusku.
“ cuih ( dia meludahiku ) kamu sok sokan pakek alam segala lagi. bilang saja kamu bisa melihat !!! sudah beberapa orang yang kamu tipu dan kamu bodohi dengan wajah melasmu itu. orang sepertimu seharusnya ( dia melemparkan krikilnya ke arah wajahku ) rasakan itu....” – ujarnya sembari meninggalkanku
Tidak banyak, gadis gadis manja seperti dia, hadir dalam hidupku. Namun, hanya dialah yang melemparku dengan krikil pertama kali. Bahkan krikilnya aku simpan dikantong bajuku untuk mengenang kejadian buruk itu. Saat aku meratapi kejadian itu di surga kenangan, tempat ku biasa bersandar mendengar jatuhnya air yang gemericik, menikmati dinginnya dan kesejukannya. Datanglah seseorang yang tak kukenal. Dia memotretku ditengah gemericik air terjun, suara jepretannya. Membuatku takut, aku takut dia bermaksud jahat padaku.  ketakutanku mengalahkan nyaliku, ku berlari. Ku keraskan lariku meskipun aku buta, sampai aku terjatuh, dia mengejarku.
“ hei kenapa kamu lari sih “ – Ujarnya sambil mendekat
“ jangan mendekat.....stop disitu, kamu mau bermaksud jahat kan padaku ? – ujarku sambil ketakutan
“ bermaksud jahat ? masak tampang seganteng aku bermaksud jahat sih “ – jawabnya seolah menekankan dia bukan orang jahat.
“ boong. Terus ngapain kamu foto foto aku ?”  - tanyaku padanya
“ kamu ini konyol ya, masak orang foto aja dibilang orang jahat....aku foto kamu itu karna aku melihat ada bidadari sedang merindukan kebahagiaan hahahaha “ – jawabnya sambil mendekat
“ jangan mendekat ( ku ambil sepotong rating kayu yang kuarahkan kedepan wajahnya ) atau ? -  tegas ku
“ atau apa ? ( dia berlari mendekapku, mengambil sepotong rating kayu yang aku pegang ), hei.......kamu buta ? “ – tanyanya padaku sembari melepaskan dekapanku.
“ iya kenapa ? kamu mau perkosaku ? ( kulepas pakaianku yang menempel di tubuh ini ) ayo perkosa aku.....kalo bisa bunuh aku sekalian, ayo !!!! “ – aku menantangnya
“ heeemmmm, ( dia mengambil sehelai pakaianku yang disemak semak rerumputkan dan menutupi tubuh ku lagi ) jagalah auratmu nyonya, setidaknya saat ini itulah yang berharga dalam hidupmu. “ – ujarnya sembari meninggalkanku dan membuatku diam.
Sebelum dia meninggalkanku, dia membalikkan badan dan bertanya “ oh ya, namamu siapa ? “ – tanyanya saat membalikan badan
“ hem....masih diam ya, yaudah kalo gitu. Jika kita bertemu lagi. panggil saja namaku Aldo, ingat suaraku ya hehhehe “ – ujarnya sembari membalikan badannya dan meninggalkanku
Saat dia sudah jauh, aku tersenyum. “ namaku sharma “ – ujarku kala itu. Ku.
sejak saat itu, aku merasa aneh. Sering senyum senyum sendiri, kadang merasa hina saat aku pasrah menyugguhkan auratku, menyuruhnya memperkosakaku dan membunuhku  “ akh aku ini kenapa sih, hiiiiiissss “  ujarku saat meratapinya. Entah kenapa aku berharap sekali bertemu dengannya lagi.
Satu tahun berlalu, masih seperti biasanya. dipagi hari. Aku tetap membawa kardus hidupku. Di hangatnya mentari, ku mengemis lagi. saat pertama kali duduk ditempat biasanya aku mengemis, ada seseorang yang mengambil tanganku dan memberiku uang kertas. Pikiranku saat itu kacau. Ada pengemis wanita bilang kepadaku “ kalau ada orang yang mengambil tanganmu, dan memberikanmu uang kertas yang banyak, itu tandanya dia tertarik padamu “. Benar saja, kertas yang ditaruhnya ditelapak tanganku sebelum aku genggam terasa banyak. Tidak tinggal diam, Aku langsung memukulnya.
“ aaaaaaaaaaaaaawwwww “ – teriaknya saat aku pukul
“ hey....denger ya tuan, meskipun aku buta, meskipun aku mengharap uang receh dari orang orang, tapi aku tidak sehina itu “  - marahku padanya
“ hiiiis......kamu gak pernah berubah ya, apa kamu kalo ketemu orang selalu kayak gini, dasar konyol !!! ­ - suara orang itu seperti aku kenali.
“ kamu......kamu aldo “ – ujarku sembari tersenyum dalam hati
“ iya aku aldo, emangnya siapa lagi yang punya suara sebagus ini “ – sinisnya
“ ngapain kamu kesini ? okh jadi kamu ya yang sering ngelecehin pengemis wanita didaerah sini, dengan iming iming uang “ – tanya ku sambil melempar kardus hidupku ke arahnya
“ aaaaaaaaawwwww, kenapa sih kamu selalu bersangka buruk pada ku. Aku kesini cuman pengen ngasih uang ini “ – jawabnya saat itu sambil mengulurkan tangannya yang sedang menggenggam uang ke arahku
“ apa ngasih uang ( ku pukul tangannya sampai uang itu berterbangan ), meskipun aku pengemis...aku juga punya harga diri. Lebih baik aku hidup dengan sekoin receh, dari pada aku dikasihani orang sepertimu “ – Ujarku padanya.
“ kriyuuuuuuuk.......kriyyyyyyuuuuuk.....kriyyyuuuuk “ – tiba tiba perutku keroncongan
“ aaaaaakkkkkkh, kamu ini udah buta songong ya ? aku kesini ngasih uangmu. Uang hasil penjualan fotomu fotomu satu tahun yang lalu. Wes  jangan banyak ngomong. Sekarang terima uang ini ( sambil menaruh uang itu di kardus hidupku ), dan ayok ikut aku ? perutmu udah keroncongan kan ? akan kutunjukin warung kesukaanku “ – ujarnya sambil menggeretku kemobilnya
“ stoooooooop........” – ujarku sembari memberhentikan langkahku
“ ada apa lagi......kamu berfikiran buruk lagi, kamu mau bilang aku orang jahat lagi ? “ – sinisnya
“ bukan itu...ehmmmm.....apakah kamu gak malu ngajak aku makan, aku kan pengemis ?” – tanyaku padanya
“ malu kepada siapa sih, hey....aku, kamu, dan orang orang lainnya disini  sama derajatnya dimata tuhan. Kenapa aku harus malu sih , udah ayo ? “ – ujarnya sambil menggeretku lagi.
“ stoooooooooooop......... “ – ujarku sembari memberhentikan langkahku lagi.
“ akkkh,ada apa lagi....kamu gak percaya lagi ? sudah ku (sebelum dia berhenti berbicara ku ulurkan tanganku ) ini.........? – bingungnya
“ aku sharma.......hehehehhehehhe “ – ucapku saat dia dalam kebingungan
“ yooooos....akhirnya kamu mau nyebutin namamu ( senangnya ) , udah ayo? “– ujarnya sambil menggeretku lagi.
““ stoooooooop........” – ujarku sembari memberhentikan langkahku lagi.
“ aaaakkkh,ada apa lagi sih? “ – tanyanya padaku.
Seketika ku kecup pipinya. Dia tetap diam disana, memegangi pipinya, seperti orang aneh. agak lama ku tunggu dia melamun sejenak ditempat yang sama, dia tak kunjung beranjak.  
“ hey aldo...ayo jadi makan nggak ? “ – tanyaku padanya
Tiba tiba...... “ kriyyyuuuuuk.....kriyuuuuuuuk......kriyuuuuk “suara perut aldo keroncongan.
“ oy ya jadi jadi.....ayo    – ujarnya
Hah, hari ini adalah hari yang membahagiakan bagiku, aku dan aldo makan bersama. Dia mengajak ku ke masakan padang, katanya dia suka kesini. Karna setiap kali dia kesini, dia selalu mengingat kampung halamannya. Dia juga bercerita banyak hal. Tentang ayahnya yang pemabuk, tentang ibunya yang penyabar, dan tentang adik wanitanya yang ia sayang sekali. Kita saling bertukar cerita saat itu, hingga tak terasa, makanan kami sudah habis. Tetapi kami tak menghiraukan semua itu, kami tetap salim bercerita dan bercanda. Kata aldo saat itu banyak orang yang melihati kami, seperti merasa aneh melihat pengemis sepertiku ada diwarung yang cukup menengah keatas ini. Tapi aldo juga berkata padaku “ kamu tau gak, kenapa orang orang ngelihatin kita, itu karna mereka baru pasangan sempurna ngewarung di warung ini hahahahhaha “ – guraunya padaku, agar aku tak merasa kurang percaya diri pada saat itu. Hah, tak terasa disela perbincangan ini. Sipemilik toko datang menegur kami.
“ maaf mas ? ini warung, bukan tempat tongkrongan “ – ujar pemilik warung yang menegur kami
“ iya pak saya tau, maaf udah lama disini “ – santunya saat berbicara dengan pemilik warung itu
“ ya udah gak apa apa, lain kali jangan diulangi lagi ya mas ? lihat tuh, banyak pelanggan saya yang nunggu antrian duduk untuk makan disini. Ini tagihannya “ – tegasnya
            “ hah.........300.000 ribu, yang benar saja pak...kami hanya makan nasi padang 2 piring dan es teh 2 gelas. Tapi kok bisa segitu ? “ – kagetnya
“ itu diitung plus duduk kalian yang udah 3 jam disini, dan pengemis ini yang udah ganggu pelangganku “ – kesalnya
“ tapi aku gak bawa uang segitu pak ? “ – Ujarnya
“ udah do, pake uang ku yang kamu kasih tadi aja. Cukup kan ? “ – ujarku padanya
“ tapi shar ? “ – bingungnya
“ udah gak usah tapi tapian, toh ini juga uang kamu. Kan kamu yang foto aku waktu itu “ jawabku padanya
“ udah kelamaan ( pemilik warung itu langsung mengambil uangku ) udah sana pergi “ – usir pemilik warung itu kepada kami
Kami pun pergi meninggalkan warung itu, saat itu. Tepat pukul 16.00 WIB, sudah agak sore. Kami memutuskan untuk pulang. aldo mengantarkanku ke tempat biasanya aku mengemis. Yah beginilah, nasib wanita yang gak punya apa apa ? rumahnya hanya beratap langit dan beralaskan bumi. Setelah mengantarku dan berpamitan, aldo menyegerakan pulang. satu jam kemudian. Aldo kembali lagi. entah mengapa dia kembali lagi, dia mendekatiku.
“ hei.....sharma.....” – sapanya padaku
“ aldo...kamu kesini lagi, ngapain kamu kesini ? “ – tanyaku padanya
“ aku mau ngembaliin uangmu hehehehhehe “ – jawabnya
“ uang...udah gak usah aja, itu kan uangmu juga “ – jelasku padanya
“ bagaimana pun juga ini hasil fotomu sharma, ini adalah uangmu. Ini uangmu ku taruh dikardus mu lagi hehehehe “ – ujarnya sembari meninggalkanku.
“ dasar orang aneh hahahahahhahahaha “ – ujarku saat dia sudah pergi
#FlashBack
“Pak......aku mau uang cewe itu kembali ? “ – ucap aldo
“ hei, gak bisa !!! ini udah pas tagihannya “ – jawab pemilik warung itu
“ okh gitu, bapak kenal sharlong kan ? bos geng preman diarea sini ?” – tanya aldo padanya.
“ iya kenapa, apa hubungannya ? dasar gaje !!!! “ – kata pemilik warung itu
“ bapak kenal nimcah kan ? “-  tanya aldo padanya sekali lagi
“ hei.....hei...kalo kamu nanyain orang yang gak penting mending kamu pergi aja, ganggu waktuku aja “ – jawab pemilik warung itu
“ bapak gak mau, warung ini kebakar dalam semalam kan, dengan tubuh bapak dipotong potong, matanya ditumis, dan tubuhnya dibakar “ – ujar aldo pada pemilik warung itu
“ kamu...kamu siapa hah ? “ – tanya songong pemilik warung itu
“ aku aldo, anak dari sharlong dan keponakan dari nimcah “ – jawabnya
“ hah,  anaknya ? keponakannya ?, hehehehhe nak aldo mau uangnya kembali kan, ini nak uangnya “ – ucapnya yang tiba tiba halus
“ gak mau ? besok keluarga bapak tinggal tunggu kematian bapak saja secara tak wajar...hahahha “ – sinis aldo
“ jangan nak, anak saya masih SD, saya gak tega ninggalin mereka. Ini nak kalo uangnya ingin kembali, ambil saja nak, apa uangnya kurang ? ini nak bapak tambahin lagi. asal jangan bakar warung ini dan bunuh saya nak ?i – takutnya pada aldo
“ ok ok...baik baik, aku mau uang ini kembali, tapi dengan satu syarat ? “ – pintanya aldo
“ iya iya nak...apa nak ? “ – pinta nya sipemilik warung itu kepada aldo dengan nada takut
“ aku mau terima uang ini, asalkan aku boleh nyuciin piring bapak. Heehhehe, aku gak kayak ayahku kali pak. Tapi kalo gak mau yaudah “ – tegas aldo
“ mau mau nak....ini uangnya cewe itu, sekarang nak aldo bisa nyuci sesukannya. Yang penting toko bapak jangan dibakar “ – ucap halusnya pada aldo
#MuveOn
            Hari demi hari terlewati, akhir akhir ini aku dan aldo sering jalan bersama.  Sampai tumbuh benih benih cinta diantara kami, aldo yang sering mengajakku jalan itu, sekarang mengajakku kerumahnya. Saat itu keadaan agak sepi.
            “ loh do, kok sepi rumahmu “ – tanyanya
            “ iya adheku lagi les piano, palingan 15 menit lagi pulang.  ibuku lagi arisan di rumah temennya, sedangkan ayah. Ah sudahlah gak penting. Sekarang kamu duduk, aku mau kedapur mau bikin minum. Mau teh atau juice ? – tanyanya padaku
            “ emh air putih aja “ – jawabku
            “ pertanyaanku kan cuman 2, bukan 3 sharma. Aneh, yaudah tak buatin juice aja. Ok “ – sindirnya padaku
“ yaudah terserah kamu aja do, yang penting minuman, bukan racun hahahahha “ – sindir balikku padanya.
Dalam tungguku menunggu adlo membuat minuman, tiba tiba bel berbunyi. Dan ada seseorang yang masuk.
“ Kakak ? aku pulang “ – ujar seseorang itu.
“ suara ini kayak aku kenal tapi siapa ya? “ – ujarku dalam hati
“ hei kamu....ngapain dirumahku “ – seseorang itu membentakku
“ aku temannya aldo, kamu ? “ – tanyaku sembari mengingat suara itu, yah benar suara itu aku mengenalinya. Suara itu milik gadis manja yang melemparku kerikil dulu.
“ akh boong, kamu mau mencuri ya....( dia membawaku kewc dan menyiramku pake air kran panas ) ini rasakan buat pencuri sepertimu hahahhahahha “ – jahatnya padaku
“ aldo tolong do....tolong panas.....akhhhhhhhhh”- suara teriakanku
Disudut yang berbeda aldo mendengarkan teriakanku.
“ sharma “ ujarnya sembari belari kewc
  sisi..stop sisi “ – tegas aldo
“ kakak “ – sembari melihat kearah aldo
“ hah, kamu ini dari dulu gak pernah berubah ( sambil mengambilkan anduk untuk mengelap tubuhku yang tersiram kram panas ) sampai kapan kamu meniru sifat sifat buruk ayah sih. “ – marahnya sembari membawa ku pergi
Sisipun meminta maaf kepada kakaknya dan kepadaku, tapi aku yakin sisi hanya terpaksa meminta maaf kepadaku karna sisi tidak ingin terlihat jelek dimata kakaknya, saat itu dalam otak ku hanya ingin pulang. aku malas bertemu aldo lagi, aku kalo bertemu aldo seperti melihat sisi dihadapanku. Hah aku sungguh kapok dekat dengan aldo. Tapi, sebisa mungkin aku menjauh, aldo selalu mendekatiku. 
Sampai saat itu tiba tiba aldo menculikku, membawaku kesebuah rumah sakit.
“ hei do ini dimana, dan kenapa mataku ditutup “ – tanyaku
“ kamu sedang dirumah sakit, habis ini kamu akan bisa melihat hehehehhe “ – jawabnya
“ maksudnya ? “ – bingungku
“ udah diem aja, kamu bakal bisa melihat habis ini. Hehehe “ – Ujarnya
Lima jaman aku diruang operasi, dokterpun sudah selesai operasi. Katanya dalam satu minggu ini, berban dimataku tak boleh dilepas agar tidak terjadi iritasi, dan diharuskan aku menginap dirumah sakit itu dan banyak istirahat. Aku pun menginap disana, dengan aldo yang menyuapiku makanan, menungguku, dan menjagaku.
Setelah seminggu, perban ini pun dibuka oleh dokter. Awalnya mata ini melihat agak rabun, lama lama semakin terang dan terang, aku bisa melihat segalannya. Saat itu kulihat sesosok seseorang yang memegang tanganku itu sejak seminggu yang lalu. Dan ternyata , orang itu bukanlah aldo. Dia seseorang wanita, dia adalah sisi.
“ kak sharma , udah baikan ? “ – tanyanya padaku
“ kamu sisi ya, mana aldo si “ – tanyaku pada sisi
“ kak aldo sudah meninggal kak, dia terkena penyakit tumor diotaknya, diakhir hayatnya dia ingit menyumbangkan matanya untuk kakak “ – jawabnya sembari menangis
“ apa ? ( ku berlari keatap rumah sakit ) hei tuhan....udah beberapa orang baik yang kau ambil dari hidupku hah....ibuku, ayahku & sekarang aldo. Hahahahhah kamu sekarang salah kalo aku diam. Aku didepan ciptaanmu yang kata umatmu indah ini, akan menjadi saksi kejamnya takdirmu. Aku akan bunuh diri. Selamat tinggal “ – ujarku sambil melompat, tapi tiba tiba ada yang menarikku lagi.
“ kakak mau bunuh diri, kakak mau menyia nyiakan pengorbanan kak aldo.....jangan gitu kak, aku yakin kak aldo akan merasa sedih jika kakak melakukan seperti ini “ – ujar sisi sembari memelukku.
“ aldoooooooooooooooooooooooooooooooooo “ – teriakku dipeluknya sisi
End.......
Kamu Bingungkan kok sisi bisa baik gitu sih, ahahaha karna  flash backnya belum ada kalik waktu aldo pulang nganterin Sharma. Penasaran. Ok cekidot
#FlashBack
            Sepulang aldo mengantarkan sharma
“ sisi, aku pulang “ – sinis aldo sambil masuk rumahnya, disana sisi sudah berdiri didepan pintu menunggu kakaknya pulang.
“ kakak, masih marah ya ? “ – ucap sisi sambil menangis.
“ enggak kakak gak marah, kakak cuman khawatir kalo kakak pergi nanti siapa yang biasa mengawasimu si “ – ujar aldo
“ kakak jangan bilang gitu kak, lagian kakak buat apa sih belain wanita itu, palingan dia menipu kakak aja “ – ujar sisi
“ sisi ( ploooooos....bunyi gamparan aldo ) “ – ujar aldo sembari melihat tangan aldo yang sudah menggampar sisi
“ kakak “ – tangis sisi
“ hah, baik baik.  ( sambil memeluk sisi ) sekarang kamu mau ngelakuin sesuatu gak buat kakak “
“mau kak, apa emangnya ? “
“Jagain kak sharma “
“ lagi lagi cewe itu. Emang dia itu siapa sih kak ?”
“ Dia itu korban ayah yang selamat si, kamu tau kan ayah kalo ngerampok sekeji apa. Yah awalnya kakak cuman ingin menebus kesalahan ayah, tapi lama lama kakak jatuh cinta.dia begitu polos sebagai gadis yang  terlahir buta saat kakak pertama kali bertemu dengannya. “sambil ninggalin sisi menuju ke kamarnya.


No comments:

Post a Comment

 

@Copyright2015 Design By Bang Ocir