Sunday, 13 December 2015

Belajar Dari Sebuah Botol



Penulis : Bang Ocir
Ketik lagi, ketik lagi. lagi- lagi ketik lagi. hari ini aku berlajar sesuatu, tentang arti sebuah nama. Arti sebuah nama BOTOL ?BOTOL yang sering kita acuhkan, kita habiskan isinya terus kita buang. Ternyata, dibalik nama BOTOL mengandung arti yang tak mampu kita terka- terka. Tak pernah kita pikirkan bukan, kenapa BOTOL itu namanya BOTOL. Ok is fine, jika secara fungsi BOTOL adalah sebagai wadah penampung Air. Tapi bukankah Gelas, Ceret, Baskom, Galon, panci, dan Ember Bisa digunakan sebagai wadah penampung Air. Tapi kenapa kok gak disebut BOTOL. Manusia pun yang secara Biologis, menampung 75 % Air didalam tubuhnya, tetap disebut Manusia, kenapa kok gak disebut BOTOL.

          Ok is fine, jika karna alasannya punya tutup. Bukankah Galon, toples, pulpen , closed  juga punya tutup. Tapi kok gak disebut BOTOL ? ok is fine, jika alasannya karna bentuknya, bukan kah taperware juga sama ?  tapi kok disebut Taperware, bukan BOTOL ? siapakah yang bisa menemukan arti nama sebuah BOTOL ? apakah guru SD, tidak kawan. Jika guru SD ngajarnya aja selalu “ ini budi, ini ibu budi, ini bapak budi”  yang valuenya adalah menjadikan pribadi pribadi Pengikut / Pengekor dalam diri generasi bangsa yang selanjutnya tanpa diajarkan untuk berlogika sejak dini. Apakah guru SMP ? Apakaha guru SMA ?, tidak kawan. Valunya tetap sama, hanya saja caranya yang beda. Kok malah mengeritik pahlawan tanpa tanda “jasa “ seh, wes sek sekalian “ buat kalian wahai sang guru, lihatlah betapa boprok negri ini. Lihatlah, generasi yang anda bentuk sejak dini, hanya menjadi generasi pengikut/ pengekor para negri adidaya. Bisakah kita berbicara masa depan, jika kita tetap menggunakan “ ini budi, ini ibu budi . ini bapak budi “ bukan kah kita tetap berada dalam bayang bayang masa lalu. Tidak bisakah  kita mengajar kan generasi kita untuk berlogika sejak dini. Misalnya ini permen, kenapa disebut permen. Atau ini pulpen , kenapa kok disebut pulpen ? jika tidak seperti itu. Coba lihatlah kami sekali lagi,  kami sudah kuliah, kami sudah dewasa, tapi ditanya anak kecil yang sedang kebingungan tentang botol, kenapa kok disebut botol, kami tak memunyai jawabannya. Bisakah kita sekarang beropini “ membaca + berhitung = berfikir. Berlogika = berfikir + nalar “.  


ok is fine , aku akan bertanya tentang analisa . jika 4x 3, manakah cara yang benar ?  4+4+4 = 12  atau 3+3+3+3 = 12, apakah sama benar ? tidak. Yang saya minta adalah jangan meminta caranya , tapi bagaimana cara itu berasal. Semua orang memunyai logika yang berbeda. Sedangkan kenyataannya, kita tidak diajarkan berlogi tapi mengikuti buku ? buku bisa salah ketik, bisa keselip lembarnya. jika seperti itu bukankah kita akan tersesat sejak dini ? ayo kita renungkan bersama kawan “.

No comments:

Post a Comment

 

@Copyright2015 Design By Bang Ocir