Alkisah, BIMA
adalah sosok pahlawan yang tahun lalu mengobrak abrik wilayah kahuripan kurawa.
Kegarangannya yang tanpa pandang bulu mampu membela lautan fasik yang tlah kian
lama menjerat rakyat apatis kahuripan. Dia salah satu tokoh yang paling
ditakuti penguasa singgasana tahun lalu, Duryuduna. Suaranya menggelegar dari
ujung utara sampai ke ujung seletan dan dari ujung barat sampai ke ujung timur. Laksana
petir, Siapapun yang mendengar suaranya. entah itu penguasa kadipatenan, biro
kegiatan & Keagamaan Kahuripan, seketika
lalu lantas menggigil karna takut mendengar suaranya. Alhasil, kekuasaan
duryudana seketika runtuh tak membekas dengan meninggalkan sebekas dosa untuk
penerusnya.
Satu tahun sudah berlalu,
pergantian kekuasaan tlah usai. Kini, seketika sosok BIMA menghilang. Dimana
kah BIMA ? tak ada seorang pun yang tahu. Banyak cerita tentang desas desus
keberadaan BIMA. Ada yang mengatakan, BIMA kini menjadi salah satu penguasa
Kadipatenan dari empat kadipatenan kahuripan, ada yang mengatakan juga BIMA
kini dibungkam oleh kecantikan dan kemolakan drupadi, dan ada juga yang
mengatakan BIMA tlah menjadi rakyat biasa. Benarkah desas desus itu ? tak ada
seorang pun yang tahu. Sempat terdengar, BIMA kini bersuara kembali. Dia
berbicara tentang lahan kahuripan yang sudah tak layak menampung rakyatnya,
Benarkah suara itu adalah suara dari BIMA ? tak ada seorang pun yang tahu.
Akhir
akhir ini banyak suara yang menyerang kahuripan. Ada yang menyerang Kinerja
penguasa kahuripan yang baru, ada juga yang menyerang kinerja Penguasa Abdi
Kerakyatan, dan menyerang salah satu penguasa Kadipatenan Kahuripan. Bahkan,
Drupadi yang kini menjadi penasehat penguasa. turut diserang dengan propaganda
fasilitas dan wajib militer kahuripannya. Siapakah mereka ? apakah mereka murid
BIMA ? ataukah BIMA yang sedang menyamar menjadi mereka ? tak ada seorang pun
yang tahu. Yang mungkin saya tau sekarang,
BIMA adalah sosok yang sangat kita nantikan kemunculannya kembali. Dia
mungkin salah satu dari sekian puluh tokoh yang sangat dirindukan rakyat apatis
untuk membokar kebobrokan kekuasaan kahuripan. Suara suaranya yang menggelegar tahun lalu , sangat kita harapkan
hadir kembali. Bukan sebagai penghancur Kahuripan seperti yang dilakukan
beberapa tokoh yang mungkin mengaku sebagai penerus BIMA. Tapi suara yang
membangun, mencerdaskan dan mengubah wajah kahuripan menjadi lebih baik
kembali. Yah, BIMA memanglah pahlawan tahun lalu yang sangat sulit terlupakan.
Sosok yang sangat karismatik dengan gayanya yang nyentrik tanpa pandang bulu.
Kritiknya yang cerdas dan membangun
ketika Kahuripan krisis Nepotisme & Apatisme serta Sosok yang turut serta
membebaskan belenggu salah satu etnik yang kini menjadi biro kegiatan
kahuripan. Banyak cerita hebat tentang dia yang saya ikuti melalui buku Suara
disalah satu sosial Medianya. Tak dapat saya pungkiri, sebagai salah satu
rakyat kahuripan. Saya sangat mengaguminya. Tak ada salah satu rakyat
kahuripan, yang sekritik dia, seberani dia dan selantang dia. Dengan caranya
yang sederhana dia bisa mengubah wajah kahuripan menjadi lebih tertata. Seperti
yang saya katakan di awal, dimanakah BIMA sekarang ? tak ada seorang pun yang
tahu, tapi......dia adalah salah satu dari sekian tokoh kahuripan yang kita
nantikan kehadirannya. Satu kalimat untuk BIMA “ BIMA datanglah kembali...........”.


No comments:
Post a Comment