Friday, 29 January 2016

AKU BINGUNG TAU !!!!

Aku bingung mau mulai ini dari mana, dan sejak kapan aku ingin memulainya. Yang aku tau pasti adalah jawaban kamu nanti saat aku bilang aku sayang kamu. Kamu pasti menolaknya dan kamu acuhkan aku lagi seperti saat aku menyakitimu dulu. Aku sadar aku hanyalah seorang lelaki yang suka mempermainkan wanita , melecehkannya dan meninggalkan mereka pergi dengan kata " aku mulai bosan, aku tak sanggup menjalani hubungan ini. Aku ingin putus !! " lalu aku pergi tanpa memberi kabar, berpura pura tanpa ada yang harus dijelaskan dan kembali dengan wanita yang lebih cantik dari mereka. Kamu pun tau bagaimana aku yg sebenarnya, kamu mengenalku dan memahamiku. Kamulah yang mengajarkanku bagaimana aku harus berubah. Menunjukkan jalanku dan menemaniku dalam kegelapan. Kamu seperti mentari yg membakar diri untuk sang bulan dalam menghias dunia malam. Kita tak pernah bertemu, tapi kamu menyapaku dengan kehangatan. Itulah kamu, yang selalu ada untukku. Terkadang aku ingin kamu mengerti perasaanku yang sebenarnya. Aku sayang kamu karna budimu , aku cinta kamu karna imanmu , aku tak suka cewe jelek kayak kamu tapi cewe kayak kamulah yang ingin kuukir dalam garis takdirku. Aku pernah datang kerumahmu, mengetuknya tiga kali. Dan ayahmu lah yg membukakan pintu untukku. Dia sangat cerewet. Menanyaiku seperti maling yg lagi mengincar celana dalam putrinya. Dia berkumis tipis dan berpawakan gagah yang membuat nyaliku kecil untuk mengajakmu keluar. Aku gagap saat itu. Dan Aku melihat 1,2,3 ekor anjing pudle yg sangat seram diruang tamu rumahmu. Lidahnya yg panjang bikin bulu kuduk ku merinding. Aku lupa jika ayahmu penyanyang anjing. Aku takut. Aku berkeringatan dan aku pamit pulang. Dari pada aku mati konyol karna cinta yang sudah pasti kamu menolaknya. Lebih baik aku pergi dengan hati yang tertinggal saat itu. Tapi aku bukan pencundang. Aku tetap mencari kesempatan untuk menjadikanmu kekasih hatiku. Aku pejuang. Aku tidak berbicara apakah aku akan menjadi pahlawan dalam hidupmu nanti. Aku hanya berbicara bagaimana aku memerdekakan kamu dari ayahmu, anjing itu dan rumah serammu itu. Tentu bukan dengan cara perang aku menaklukan ayahmu. Aku lebih suka genjatan senjata. Melalui jalur diplomatik aku berjuang. Aku berusaha keras belajar untuk lulus kuliah dengan nilai terbaik, mencari pekerjaan yang layak, lalu aku datang dihadapan ayahmu dengan konfrensi meja bundar ala anak muda jaman sekarang. dimana aku, ibuku,ayahku dan kerabatku ada disitu serta ayahmu yg menjadi pimpinan sidangnya. Jika gagal pun aku akan mengajukan banding. Sampai kamu merdeka dan menjadi tanahku bercocok tanam serta menjadi ibu pertiwi bagi anak ku dan cucuku cucuku. Itu hebat bukan. Itu masih rencanaku aja sih,toh aku masih mahasiswa. Masih pengen jadi mahasiswa nakal yang baik. Jadi maafkan aku jika itu cuman rencana. Tapi percayalah aku sangat bersungguh sungguh untuk cintaku. Untuk hari ini esok dan seterusnya.


Dear : Bang Ocir

No comments:

Post a Comment

 

@Copyright2015 Design By Bang Ocir